KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyatakan Afghanistan saat ini mengekspor 20 produk utama setiap tahunnya ke pasar negara tetangga, regional, dan internasional.
Menurut kementerian, produk-produk ini meliputi kapas, buah ara kering, kismis, asafoetida dan bijinya, batu bara, bawang bombai segar dan kering, tomat, apel, pistachio dan almond, delima, safron, jintan, anggur, batu mineral, timbal, minuman non-alkohol, minuman energi, dan jus buah.
Akhundzada Abdul Salam Jawad, juru bicara Kementerian, menyatakan: "20 produk ini, yang merupakan 71% dari total ekspor negara, diekspor ke berbagai negara di kawasan ini dan di seluruh dunia."
Sementara itu, Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan menyatakan telah meluncurkan upaya besar untuk memasarkan produk pertanian Afghanistan, lansir Tolo News (1/11/2025).
Menurut kamar dagang tersebut, negara-negara Teluk, Asia Tengah, dan Eropa kini dianggap sebagai pasar yang menjanjikan untuk ekspor ini.
Jan Agha Nawid, juru bicara Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan, mengatakan: “Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan terus bekerja dan mendorong para anggotanya untuk menjaga hubungan dagang yang kuat dengan berbagai negara, menjajaki pasar internasional, dan mengekspor produk-produk Afghanistan sesuai kebutuhan.”
Wasim Safi, CEO Kamar Dagang dan Peternakan, menambahkan: “Kita perlu membangun pusat-pusat pemrosesan tempat produk dapat diproses, dikemas, dan dikirim untuk memenuhi standar global dan mendukung ekspor.”
Para pakar ekonomi mengatakan bahwa perluasan kapasitas pemrosesan, peningkatan kualitas, dan kepatuhan terhadap standar internasional dapat memainkan peran kunci dalam meningkatkan pendapatan ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Mereka menambahkan bahwa dengan investasi yang tepat dan kebijakan strategis, Afghanistan berpotensi untuk menguasai pangsa pasar regional dan global yang signifikan. (haninmazaya/arrahmah.id)
