Memuat...

Anak Palestina 11 Tahun Tewas Ditembak 'Israel' di Jabalia, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar

Zarah Amala
Jumat, 9 Januari 2026 / 20 Rajab 1447 10:02
Anak Palestina 11 Tahun Tewas Ditembak 'Israel' di Jabalia, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar
Hamsa Housou, 11 tahun, ditembak oleh kendaraan pendudukan Israel di daerah Al-Falouja, sebelah barat kamp pengungsi Jabalia. (Foto: media sosial, via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Seorang anak Palestina berusia 11 tahun tewas pada Kamis (8/1/2026) akibat tembakan pasukan 'Israel' di Jabalia, Gaza utara, dalam pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober.

Al-Jazeera, mengutip sumber dari layanan ambulans dan gawat darurat Gaza, melaporkan bahwa anak tersebut, yang diidentifikasi bernama Hamsa Housou, ditembak oleh kendaraan militer 'Israel' di kawasan Al-Falouja, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabalia. Wilayah tersebut berada di luar zona penempatan resmi pasukan pendudukan 'Israel' berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Layanan ambulans dan gawat darurat Gaza mengonfirmasi bahwa korban tewas akibat tembakan langsung dari kendaraan militer 'Israel', seraya menambahkan bahwa penembakan terjadi di luar apa yang disebut sebagai “zona kuning” yang dikuasai 'Israel' di dalam Jalur Gaza.

Secara terpisah, kantor berita Anadolu mengutip sumber medis yang menyatakan bahwa anak perempuan tersebut ditembak mati di dalam Kamp Pengungsi Jabalia, wilayah yang sebelumnya telah ditinggalkan pasukan 'Israel' sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Para saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa pasukan 'Israel' yang ditempatkan di sebelah timur kamp melepaskan tembakan intensif ke arah kawasan permukiman, hingga mengenai anak tersebut secara langsung.

Aktivitas militer 'Israel' juga dilaporkan terjadi di wilayah lain di Jalur Gaza pada Kamis (8/1). Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa helikopter 'Israel' melepaskan tembakan di timur Khan Yunis, Gaza selatan. Sementara itu, wilayah timur Gubernuran Tengah, termasuk Deir al-Balah dan Kamp al-Bureij, mengalami penembakan artileri berat serta tembakan dari kendaraan dan helikopter militer 'Israel' sejak pagi hari.

Pada Rabu (7/1), dua warga Palestina dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan udara 'Israel' yang menargetkan sebuah rumah di Jalan Yafa, kawasan al-Tuffah, timur laut Kota Gaza, menurut Al-Jazeera. Sumber medis di Rumah Sakit Baptis Al-Ahli menggambarkan kondisi para korban sebagai kritis.

Pada Rabu malam (7/1), militer pendudukan 'Israel' mengklaim telah menargetkan seorang pemimpin senior Hamas di Gaza utara. Radio Tentara 'Israel' melaporkan bahwa target tersebut adalah seorang komandan batalion di Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh 'Israel' sejak Oktober telah menyebabkan sedikitnya 424 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.190 orang luka-luka.

Serangan 'Israel' ke Jalur Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 orang, mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS. (zarahamala/arrahmah.id)