Memuat...

Anggota Neo-Nazi Pembunuh Imam Masjid di Inggris Ditemukan Tewas di Penjara

Hanoum
Kamis, 25 September 2025 / 4 Rabiulakhir 1447 03:55
Anggota Neo-Nazi Pembunuh Imam Masjid di Inggris Ditemukan Tewas di Penjara
Pavlo Lapshyn (kiri) dalam tahanan dan Mohammed Saleem (kanan).[Foto: The Express Standard]

BIRMINGHAM (Arrahmah.id) -- Anggota kelompok Neo-Nazi yang membunuh imam masjid asal Birmingham, Mohammed Saleem (82), saat pulang dari masjid ditemukan tewas di sel penjaranya. Pavlo Lapshyn ditemukan tewas di HMP Wakefield, kata Dinas Penjara.

"Pavlo Lapshyn meninggal pada tanggal 23 September 2025 di HMP Wakefield. Seperti semua kematian dalam tahanan, Ombudsman Penjara dan Masa Percobaan akan menyelidikinya," ujar pernyataan penjara, dikutip dari Birmingham Live (24/9).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke situs berita Five Pillars, yang pertama kali mengungkap detail kematian kemarin, anak Saleem mengatakan: “Saya telah menerima informasi melalui petugas penghubung korban bahwa Pavlo Lapshyn telah ditemukan tewas di sel penjaranya. Saat ini, saya belum diberi detail yang jelas mengenai keadaan kematiannya: apakah itu disebabkan oleh narapidana lain, melukai diri sendiri, atau penyebab lain masih belum diketahui."

Ia berkata: “Sebagai bentuk penghormatan — untuk mengenang ayah saya, untuk keadilan, dan untuk kemanusiaan — saya ingin menyatakan bahwa saya telah memilih, setelah bertahun-tahun, untuk memaafkan Lapshyn.

"Ini bukan untuk membenarkan apa yang telah ia lakukan — tindakannya sangat salah, dan ia menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Namun saya percaya bahwa menyimpan kebencian tidak akan menguntungkan siapa pun. Ia adalah putra seseorang, dengan orang tua lanjut usia di Dnipropetrovsk, Ukraina. Doa saya menyertai keluarganya di masa sulit ini," tambahnya.

"Saya merindukan ayah saya setiap hari, terutama karena saya sedang tidak sehat. Apa yang diperjuangkan Pavlo Lapshyn — kebencian, ekstremisme, dan rasisme — bertolak belakang dengan semua yang diyakini komunitas kita, dan kita harus terus memperjuangkan pengampunan, keadilan, dan perdamaian. Semoga mereka berdua beristirahat dalam damai. Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali".

Lapshyn (37) adalah seorang anggota neo-Nazi Ukraina. Dia mahasiswa teknik yang pernah memenangkan kompetisi sains dan mendapatkan penempatan kerja di Inggris.

Pada tanggal 29 April, lima hari setelah tiba, Lapshyn menikam Saleem, seorang kakek bercucu 23 orang. Ia sedang berjalan pulang setelah salat magrib di masjid setempat, menggunakan tongkat karena kesehatannya yang buruk.

Pengadilan menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup dengan masa hukuman minimal 40 tahun atas tuduhan pembunuhan dan merencanakan ledakan. (hanoum/arrahmah.id)