Memuat...

Banjir Semarang Tak Kunjung Surut, 3 Warga Tewas Tenggelam dan 63 Ribu Jiwa Terdampak

Ameera
Rabu, 29 Oktober 2025 / 8 Jumadilawal 1447 16:55
Banjir Semarang Tak Kunjung Surut, 3 Warga Tewas Tenggelam dan 63 Ribu Jiwa Terdampak
Banjir Semarang Tak Kunjung Surut, 3 Warga Tewas Tenggelam dan 63 Ribu Jiwa Terdampak

SEMARANG(Arrahmah.id) - Banjir besar yang melanda Kota Semarang selama sepekan terakhir menelan korban jiwa. Hingga Rabu (29/10), tercatat tiga orang meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi berbeda.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, mengonfirmasi korban ketiga bernama Achmad Rifqie Arzan (7), warga Perum Graha Mukti Asri, Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan.

Bocah malang itu ditemukan meninggal dunia setelah terpeleset dan hanyut di selokan yang meluap akibat banjir, Selasa (28/10).

"Iya, korban ketiga akibat banjir Semarang. Terpeleset, hanyut, dan meninggal. Itu termasuk kecelakaan air,” kata Endro mengutip detikcom, Rabu (29/10).

Endro menjelaskan, proses pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang menyisir dua arah berbeda untuk memperluas area pencarian.

"Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian ke arah utara sejauh dua kilometer, dan dari arah utara ke barat sejauh dua setengah kilometer. Tas korban ditemukan lebih dulu sebelum jasadnya ditemukan tak bernyawa,” ujarnya.

Sebelumnya, dua korban lain juga tewas akibat banjir di lokasi berbeda. Korban pertama, Eko Rusianto, warga Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, meninggal saat membersihkan sampah di Kolam Retensi Trimulyo pada Sabtu (25/10). Ia terpeleset dan tenggelam karena tidak mengenakan pelampung.

"Itu kecelakaan kerja. Korban terpeleset dan tenggelam karena tidak bisa berenang. Ia hanya menggunakan ban dalam mobil sebagai pengaman,” jelas Endro.

Korban kedua, anak berinisial FAS, dilaporkan tenggelam di Jembatan Pertigaan Masjid Gebangsari, Kecamatan Genuk, saat bermain di aliran luapan air banjir.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, anak tersebut tenggelam,” tutur Endro

Banjir Kepung 23 Kelurahan, 63 Ribu Jiwa Terdampak

Banjir yang telah berlangsung sejak Rabu (22/10) itu kini merendam 23 kelurahan di lima kecamatan di Kota Semarang.

Sebanyak 63.400 jiwa atau 21.125 kepala keluarga (KK) terdampak, dan sebagian di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kawasan terparah berada di Semarang Utara, Gayamsari, Genuk, Pedurungan, dan Semarang Timur.

  • Di Semarang Utara, genangan menutupi Kelurahan Panggung Lor, Panggung Kidul, Bulu Lor, Tanjung Emas, Bandarharjo, Purwosari, dan Dadap Sari.

- Di Gayamsari, air setinggi 10–80 sentimeter merendam Kelurahan Siwalan, Tambakrejo, Kaligawe, dan Sawah Besar.

Kondisi paling parah terjadi di Jalur Pantura Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk. Air setinggi hampir satu meter membuat puluhan kendaraan besar mogok dan menyebabkan kemacetan panjang sejak Selasa malam.

"Banyak truk yang mogok, kami bantu evakuasi sejak tadi malam. Beberapa kendaraan sudah kami dorong ke tempat aman,” kata Kapolsek Genuk Kompol Rismanto, Rabu (29/10).

Upaya Penanganan Masih Berlangsung

BPBD Semarang bekerja sama dengan berbagai instansi telah mengoperasikan pompa air dan melakukan rekayasa cuaca, namun hingga kini genangan belum surut secara signifikan.

Petugas juga terus melakukan pemantauan dan evakuasi warga, terutama di wilayah dengan ketinggian air yang belum menurun.

Pemerintah Kota Semarang mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari area berarus deras, dan melapor ke posko siaga bila membutuhkan bantuan evakuasi.

(ameera/arrahmah.id)