Memuat...

Batas Waktu Satu Pekan, AS Desak Akhiri Perang Saat 'Israel' Incar Situs Nuklir Iran

Zarah Amala
Sabtu, 14 Maret 2026 / 25 Ramadan 1447 09:07
Batas Waktu Satu Pekan, AS Desak Akhiri Perang Saat 'Israel' Incar Situs Nuklir Iran
Serangan Israel di Teheran dekat unjuk rasa selama protes memperingati Hari Quds pada Jumat (Reuters)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Ketegangan regional mencapai babak baru dengan munculnya laporan bahwa Amerika Serikat memberikan tenggat waktu satu pekan kepada 'Israel' untuk menyelesaikan kampanye militernya di Iran. Melansir Israel Hayom, Washington mulai khawatir terhadap dampak ekonomi global, terutama lonjakan harga minyak, sementara 'Israel' justru melihat perang ini sebagai pencapaian strategis yang harus dilanjutkan.

Di tengah tekanan diplomatik tersebut, militer 'Israel' dilaporkan tengah mempersiapkan serangan tambahan yang menargetkan situs-situs nuklir Iran. Langkah ini diambil guna melemahkan kapabilitas militer Teheran secara permanen, meskipun para analis politik meragukan kemungkinan jatuhnya rezim Iran dalam waktu dekat tanpa adanya invasi darat atau pemberontakan internal yang masif.

'Israel' mengeklaim telah menyerang situs Taleghan di Teheran, yang diduga digunakan untuk pengembangan bahan peledak nuklir dalam Proyek Amad. Selain itu, fasilitas Natanz juga dilaporkan menjadi sasaran serangan udara gabungan.

Dalam dua pekan terakhir, AS dan 'Israel' dilaporkan telah menjatuhkan sekitar 18.000 amunisi ke berbagai target di Iran, yang fokus pada penghancuran industri militer dan fasilitas peluncuran rudal balistik.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa perang akan terus berlanjut hingga musuh menyesali perbuatannya. Ia juga menuduh Donald Trump telah dijebak oleh Benjamin Netanyahu untuk memulai konflik ini.

Sejak perang pecah pada 28 Februari, sedikitnya 1.332 orang tewas di pihak Iran, termasuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Di sisi lain, serangan balasan Iran telah menewaskan setidaknya 14 orang di 'Israel' dan 7 tentara AS, serta merusak fasilitas energi di negara-negara tetangga.

Fokus utama sekutu saat ini adalah melumpuhkan kemampuan balistik Iran, meskipun otoritas keamanan mengakui bahwa struktur pemerintahan di Teheran masih tetap berdiri kokoh meski digempur habis-habisan. (zarahamala/arrahmah.id)