Memuat...

Iran Gempur Markas Shin Bet, Ledakan Terdengar di Yerusalem

Hanoum
Sabtu, 14 Maret 2026 / 25 Ramadan 1447 08:04
Iran Gempur Markas Shin Bet, Ledakan Terdengar di Yerusalem
Baterai anti-rudal menembakkan rudal pencegat ke arah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran, seperti terlihat di atas Tel Aviv, 7 Maret 2026. [Foto: Chaim Goldberg/Flash90]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Iran melancarkan serangan terbaru ke 'Israel' dengan menargetkan dan markas badan keamanan domestik Israel, Shin Bet, dan dua pangkalan militer dalam gelombang serangan drone dan rudal yang mengguncang wilayah sekitar Yerusalem. Serangan ini menandai eskalasi baru dalam perang regional yang terus berkembang antara Iran dan 'Israel' serta sekutunya.

Militer Iran menyatakan, seperti dilansir Al Arabiya (12/3/2026) bahwa operasi tersebut menargetkan Palmachim Airbase dan Ovda Airbase, dua fasilitas penting militer 'Israel' yang digunakan oleh Angkatan Udara 'Israel'. Selain itu, markas Shin Bet—badan intelijen keamanan dalam negeri 'Israel'—juga disebut menjadi sasaran dalam serangan yang diluncurkan menggunakan drone jarak jauh.

Ledakan dan suara sirene pertahanan udara dilaporkan terdengar di berbagai wilayah 'Israel', termasuk di sekitar Yerusalem. Sistem pertahanan udara 'Israel' dikerahkan untuk mencegat sebagian rudal dan drone yang masuk, meskipun beberapa proyektil dilaporkan berhasil mencapai wilayah target.

Serangan tersebut terjadi ketika konflik Iran–Israel memasuki minggu kedua setelah serangan udara besar-besaran 'Israel' dan Amerika Serikat terhadap fasilitas militer serta program nuklir Iran pada akhir Februari 2026. Operasi militer itu memicu rangkaian serangan balasan dari Iran terhadap target Israel dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa gelombang serangan Iran terhadap 'Israel' dalam beberapa hari terakhir melibatkan kombinasi rudal balistik, drone, dan serangan dari kelompok sekutu Iran di kawasan seperti Hizbullah di Lebanon. Serangan tersebut disebut menargetkan lebih dari puluhan lokasi militer dan infrastruktur keamanan 'Israel'.

Konflik yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan meluasnya perang di Timur Tengah. Pertukaran serangan antara kedua pihak telah melibatkan berbagai negara di kawasan Teluk serta jalur energi global, sehingga meningkatkan risiko ketidakstabilan geopolitik dan gangguan terhadap pasokan energi dunia. (hanoum/arrahmah.id)