Memuat...

Ben-Gvir Pimpin Serbuan ke Umm al-Fahm, Penangkapan Massal di Tepi Barat Berlanjut

Zarah Amala
Senin, 8 September 2025 / 16 Rabiulawal 1447 11:15
Ben-Gvir Pimpin Serbuan ke Umm al-Fahm, Penangkapan Massal di Tepi Barat Berlanjut
Puluhan warga Palestina ditahan setelah pasukan Israel melakukan penggerebekan di Tepi Barat yang diduduki selama akhir pekan [GETTY]

GAZA (Arrahmah.id) - Menteri Keamanan Nasional 'Israel' dari kubu sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, dengan dukungan polisi 'Israel' dan polisi perbatasan, pada Ahad (7/9/2025) memimpin serbuan ke kota Umm al-Fahm di Tepi Barat yang diduduki.

Ben-Gvir bahkan mengetuk pintu rumah-rumah warga Palestina, menuntut izin bangunan, dan menyerukan agar lebih banyak rumah serta fasilitas Palestina dihancurkan. Ia juga mendorong penerapan kebijakan yang lebih keras terhadap kota tersebut, sejalan dengan agendanya memperluas kontrol 'Israel' atas sebanyak mungkin wilayah Palestina yang diduduki.

Serbuan itu terjadi di tengah gelombang penangkapan dan penggerebekan 'Israel' di berbagai wilayah Tepi Barat sepanjang akhir pekan, disertai serangan berulang dari pemukim 'Israel' terhadap warga sipil Palestina dan lahan pertanian mereka.

Di Bethlehem, tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja, ditangkap setelah tentara menggerebek sebuah desa, sementara pemukim mencuri beberapa ekor domba milik warga, menurut laporan kantor berita Wafa.

Dalam serangkaian operasi penggerebekan sejak Sabtu malam hingga Ahad dini hari tersebut, pasukan 'Israel' juga menangkap sejumlah warga Palestina, termasuk seorang perempuan dan anak perempuan. Di Ramallah, tentara menyerbu sebuah lingkungan, memperketat akses jalan masuk, dan menahan sepasang suami-istri setelah menggerebek rumah mereka. Sementara itu, di Jenin, tiga warga ditahan setelah rumah mereka digeledah.

Dua warga Palestina lainnya ditangkap di Hebron, di mana kamp pengungsi Fawwar kembali menjadi sasaran serbuan tentara untuk kedua kalinya.

Situasi memanas pula di Hebron setelah warga menggelar aksi protes menuntut pembebasan wali kota Tayseer Abu Sneineh, yang ditahan usai rumahnya digerebek pasukan 'Israel'.

Di sisi lain, buldoser 'Israel' menggusur lahan di barat daya Salfit untuk memperluas pos pemukim ilegal, praktik yang jelas dilarang hukum internasional. Pasukan juga mengeluarkan surat perintah pembongkaran rumah dan toko di utara Yerusalem, memberi warga hanya tiga hari untuk mematuhi perintah. Rencana ini sejalan dengan proyek jalan raya khusus pemukim yang akan mengelilingi Yerusalem, menghubungkan permukiman ilegal satu sama lain sekaligus memutus koneksi antarkampung Palestina.

Gelombang Serangan Pemukim

Pemukim 'Israel' kembali melancarkan serangan di Nablus, Ramallah, dan Hebron. Di salah satu kota, warga Palestina yang mencoba menghadang justru ditembaki. Sebuah keluarga Badui juga diserang setelah pemukim mendirikan pos ilegal baru di daerah mereka.

Di Hebron, dua warga Palestina terluka akibat tembakan pemukim yang membidik rumah-rumah dan membakar lahan pertanian, dengan perlindungan tentara 'Israel'. Sementara itu, Masjid Hanbali di Nablus diserbu dan dirusak.

Di wilayah Jericho, komunitas al-Auja juga diserang pemukim hampir setiap hari. Warga melaporkan pemukim datang sambil merekam dan melecehkan penduduk setempat.

Sejak Oktober 2023, serangan 'Israel' di Tepi Barat telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina, termasuk banyak anak-anak, menurut Kantor Media Tahanan Palestina (ASRA). Dalam periode yang sama hingga awal September, lebih dari 11.000 warga Palestina ditangkap dan dipenjara, dengan sedikitnya 77 orang meninggal di dalam tahanan. (zarahamala/arrahmah.id)