Memuat...

Ceramah Dr. Zakir Naik di Malang Tuai Penolakan Sejumlah Warga, Begini Tanggapan Panitia

Ameera
Kamis, 10 Juli 2025 / 15 Muharam 1447 21:12
Ceramah Dr. Zakir Naik di Malang Tuai Penolakan Sejumlah Warga, Begini Tanggapan Panitia
Ceramah Dr. Zakir Naik di Malang Tuai Penolakan Sejumlah Warga, Begini Tanggapan Panitia

MALANG (Arrahmah.id) - Rencana ceramah ulama asal India, Dr. Zakir Naik, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Kamis (10/7), menuai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.

Salah satu kelompok yang menyatakan keberatannya adalah Arek Malang Bersuara (AMB), yang khawatir acara tersebut bisa mengganggu kerukunan antarumat beragama di kota ini.

Juru bicara AMB, Abdul Aziz Masrib, menyampaikan bahwa penolakan terhadap kehadiran Dr. Zakir Naik didasarkan pada rekam jejak ceramah sang dai internasional yang dinilai provokatif.

“Kita kenal tokoh ini, bahwa di setiap ceramahnya selalu mengundang provokasi, selalu macam-macam nanti,” ujar Aziz saat konferensi pers di DPRD Kota Malang, Selasa (8/7).

Aziz juga menyinggung pentingnya menghormati prinsip kebebasan beragama sebagaimana diajarkan dalam Islam.

“Biarpun beliaunya itu orang muslim, tapi tidak sesuai dengan 'Laa ikraaha fiddin' (tidak ada paksaan dalam agama),” tambahnya.

Sementara itu, panitia lokal dari kegiatan “Dr. Zakir Naik Visit to Indonesia 2025”, Hakim, menjelaskan bahwa tema ceramah kali ini adalah “Nabi Muhammad dalam Perspektif Berbagai Agama”.

Ia menegaskan bahwa acara ini murni bertujuan untuk menyebarkan literasi keagamaan dan bukan untuk menyulut kontroversi.

“Dr. Zakir Naik akan berbicara tentang Nabi Muhammad dalam perspektif berbagai agama. Tujuannya adalah dakwah dan berbagi pengetahuan lintas negara. Tidak ada unsur provokasi,” jelas Hakim saat ditemui di Stadion Gajayana pada Kamis (10/7).

Ceramah ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Lecture Tour 2025, yang menjadi kunjungan kedua Dr. Zakir Naik ke Indonesia setelah lawatannya pada 2017.

Meski mendapat sorotan, panitia berharap kegiatan ini bisa berlangsung tertib dan menjadi ajang peningkatan wawasan keagamaan masyarakat.

(ameera/arrahmah.id)