TEHERAN (Arrahmah.com) - Pemimpin tertinggi Iran, Rabu (1/1/2020), mengecam keras serangan mematikan AS terhadap Irak dan mengungkapkan AS-lah yang telah menciptakan ISIS.
"Saya dan pemerintah dan bangsa Iran sangat mengutuk kejahatan Amerika ini," kata Ayatollah Ali Khomeini dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah.
Itu adalah pernyataan pertamanya sejak serangan mematikan AS pada milisi Unit Mobilisasi Populer (PMU) di Irak barat.
Dia mengatakan tindakan AS di Suriah dan Irak dimaksudkan untuk melakukan "balas dendam" pada PMU "karena mengalahkan ISIS".
Karena PMU "melumpuhkan dan menghancurkan ISIS - yang telah dibuat AS - mereka membalas dendam," kata Khomeini dalam sebuah tweet.
Amerika Serikat melakukan operasi serangan udara mematikan sebagai pembalasan atas tembakan roket yang menewaskan seorang kontraktor sipil Amerika di sebuah pangkalan di Irak utara pada hari Jumat pekan lalu.
Dalam sebuah tweet pada Selasa (31/12/2019), Presiden AS Donald Trump menuduh Iran "mengatur" penyerbuan terhadap kedutaan AS di Baghdad oleh pengunjuk rasa yang marah pada serangan udara Amerika.
Sebagai tanggapan, Khomeini me-retweet posting tersebut dan mengungkapkan "Ini tidak ada hubungannya dengan Iran.”
Khomeini mengatakan Iran siap menanggapi ancaman apa pun.
"Jika republik Islam memutuskan untuk menentang atau berperang melawan suatu negara, ia akan melakukan ini secara eksplisit," katanya.
“Kami berkomitmen kuat untuk kepentingan negara kami ... Kami berkomitmen kuat untuk martabat bangsa kami. Kami berkomitmen kuat untuk kemajuan dan kebesaran bangsa Iran."
"Jika ada yang mengancam ini semua, kami akan menghadapinya tanpa ragu-ragu dan akan menyerang kami," lanjut Khameini.
"Kami tidak akan pernah ... menyeret negara ke arah perang. Tetapi jika orang lain ingin memaksakan sesuatu pada negara ini, kami akan melawan mereka dengan sekuat tenaga." (Althaf/arrahmah.com)
