Memuat...

Delegasi Pakistan Tiba di Doha untuk Berunding dengan Imarah Islam

Hanin Mazaya
Sabtu, 18 Oktober 2025 / 27 Rabiulakhir 1447 18:50
Delegasi Pakistan Tiba di Doha untuk Berunding dengan Imarah Islam
(Foto: Tolo News)

DOHA (Arrahmah.id) - Sumber terpercaya mengatakan kepada Tolo News bahwa delegasi dari Pakistan telah tiba di Doha, ibu kota Qatar, untuk berunding dengan Imarah Islam Afghanistan.

Delegasi tersebut terdiri dari Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, dan Kepala Intelijen Negara, Asim Malik.

Pada saat yang sama, delegasi dari Kabul yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Afghanistan, Mullah Mohammad Yaqub Mujahid, dan Kepala Badan Intelijen Imarah Islam, Abdul Haq Wasiq, diperkirakan akan tiba di Doha besok.

Sumber di Qatar mengatakan bahwa gencatan senjata 48 jam antara Afghanistan dan Pakistan telah diperpanjang atas permintaan Pakistan hingga akhir perundingan Doha. Negosiasi antara kedua belah pihak dijadwalkan akan dimulai besok.

Janat Faheem Chakari, seorang analis urusan politik, mengatakan tentang pertemuan Doha: "Fakta bahwa delegasi tingkat tinggi dari Afghanistan akan datang ke Qatar dan seorang perwakilan senior Pakistan juga berpartisipasi berarti bahwa negosiasi ini tidak diragukan lagi dapat menghasilkan hasil yang positif."

Sumber-sumber juga menambahkan bahwa fokus utama perundingan ini adalah perpanjangan gencatan senjata dan pencarian solusi atas tantangan politik dan keamanan antara Afghanistan dan Pakistan, isu-isu yang belakangan ini menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara kawasan dan organisasi internasional.

Shafqat Ali Khan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, mengatakan: “Pakistan menginginkan Afghanistan yang damai, stabil, bersahabat, inklusif, terhubung secara regional, dan sejahtera. Pakistan mengharapkan Taliban untuk bertindak secara bertanggung jawab, menghormati komitmen mereka, dan memainkan peran konstruktif dalam mencapai tujuan bersama untuk memberantas terorisme dari wilayah mereka.”

Sementara itu, Marvin Weinbaum, Direktur Studi Afghanistan dan Pakistan sekaligus peneliti tetap di Middle East Institute, mengatakan peran Qatar dalam menyelenggarakan perundingan ini sangat krusial.

“Ini benar-benar di luar kendali, dan intervensi diperlukan. Di sinilah Doha sekali lagi memainkan peran penting. Namun saya yakin Cina, secara diam-diam dan tanpa banyak bicara, telah menyarankan de-eskalasi. Amerika Serikat juga telah melakukan hal yang sama,” kata Weinbaum.

Ini akan menjadi pertemuan resmi pertama setelah bentrokan sengit antara kedua negara pekan lalu, pertemuan yang difasilitasi oleh Qatar dan Turki. (haninmazaya/arrahmah.id)