Memuat...

Diam-diam 'Israel' Dekati Sudan Selatan, Lobi Relokasi Warga Gaza

Hanoum
Ahad, 17 Agustus 2025 / 24 Safar 1447 18:31
Diam-diam 'Israel' Dekati Sudan Selatan, Lobi Relokasi Warga Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) bertemu dengan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, 20 September 2023. [Foto: Avi Ohayon/GPO]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- 'Israel' diam-diam dilaporkan tengah melobi Sudan Selatan agar mau merelokasi warga Palestina dari Jalur Gaza yang hingga hari ini masih digempur brutal oleh Tel Aviv.

Tiga sumber kepada Reuters (16/8/2025) mengatakan sejauh ini belum ada kesepakatan yang dicapai antara Sudan Selatan dan 'Israel' terkait permintaan ini. Namun, lobi-lobi masih tetap berlangsung.

Jika kesepakatan terjadi, rencana ini akan memaksa warga Gaza pindah keluar rumah dan tanah airnya sendiri, meski dengan dalih rekonstruksi wilayah itu dan demi "kehidupan yang lebih baik lagi".

Meski begitu, Sudan Selatan juga memiliki banyak PR jika benar-benar bersedia menerima warga Gaza ini. Sebab, negara di jantung Afrika ini juga masih dilanda kekerasan politik dan etnis selama bertahun-tahun.

Menurut ketiga sumber, lobi 'Israel' dan Sudan Selatan ini kemungkinan dibahas saat Menteri Luar Negeri Sudan Selatan Monday Semaya Kumba berkunjung ke 'Israel' bulan lalu.

Berita mengenai pembahasan antara 'Israel' dan Sudan Selatan ini pertama kali dilaporkan oleh Associated Press pada Selasa (12/8) pekan ini, dengan mengutip enam orang yang mengetahui persoalan tersebut.

Kantor Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan Kementerian Luar Negeri 'Israel' belum memberikan komentar atas informasi dari ketiga sumber tersebut.

Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS juga menolak berkomentar mengenai rencana itu maupun dukungan AS terhadap ide tersebut dengan menyatakan: "kami tidak membicarakan percakapan diplomatik tertutup."

Bulan ini Netanyahu bahkan menyatakan niatnya untuk memperluas kendali militer di Gaza. Awal pekan ini, Netanyahu bahkan kembali menyebut bahwa warga Palestina sebaiknya meninggalkan wilayah itu secara sukarela.

Para pemimpin Arab dan dunia menolak gagasan pemindahan penduduk Gaza ke negara lain. Warga Palestina menilai langkah tersebut setara dengan "Nakba" (bencana) baru, merujuk pada peristiwa 1948 ketika ratusan ribu orang melarikan diri atau diusir selama perang Arab-Israel.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Wasel Abu Youssef, mengatakan kepemimpinan dan rakyat Palestina "menolak setiap rencana atau gagasan untuk memindahkan rakyat kami ke Sudan Selatan atau ke tempat lain."

Pernyataan ini sejalan dengan keterangan dari kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis. (hanoum/arrahmah.id)