Memuat...

Dihentikan 'Israel', Tak Kurang 96 Kali Adzan Tidak Berkumandang di Masjid Ibrahimi

Hanoum
Selasa, 11 November 2025 / 21 Jumadilawal 1447 09:32
Dihentikan 'Israel', Tak Kurang 96 Kali Adzan Tidak Berkumandang di Masjid Ibrahimi
Dihentikan 'Israel', Tak Kurang 96 Kali Adzan Tidak Berkumandang di Masjid Ibrahimi

YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Kementerian Wakaf dan Urusan Agama, dalam laporan bulanannya yang dirilis Rabu (5/11/2025) menyatakan bahwa terdapat peningkatan yang nyata dalam penggerebekan pemukim di Masjid Al-Aqsa dan pelarangan adzan di Masjid Ibrahimi.

Kementerian melaporkan, seperti dilansir Yaffa News Network (5/11), menyatakan bahwa pasukan pendudukan telah mencegah adzan sebanyak 96 kali pada bulan Oktober dan menutup masjid tersebut selama beberapa hari.

Laporan tersebut juga mendokumentasikan tur-tur provokatif di dalam masjid, pengibaran bendera 'Israel', dan pemasangan peralatan keagamaan, termasuk mimbar Taurat, partisi kayu, kursi plastik, tenda, pengeras suara, dan alat musik.

Pasukan 'Israel' juga menutup Masjid Ibrahimi (Gerbang Souq) dan gerbang timur setiap hari, menutupi jendela-jendelanya dengan kasa sejak awal tahun 2025. Kunci baru dipasang oleh tentara pendudukan pada pintu-pintu masjid sehingga mencegah staf masjid dapat membukanya secara langsung menghambat pekerjaan mereka. Selain itu penundaan yang disengaja juga dilakukan dalam memberikan izin muazin masuk untuk mengumandangkan azan.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa pasukan 'Israel' mencegah adzan subuh pada hari-hari tertentu dalam sebulan.

Selain Masjid Ibrahimi, Masjid Al-Aqsa pun menjadi sasaran. Tak kurang dari 27 penggerebekan dilakukan oleh para pemukim 'Israel' di bawah perlindungan ketat dari pasukan pendudukan.

Dalam salah satu penggerebekan tersebut pada malam Yom Kippur, para pemukim bernyanyi dan bertepuk tangan bersama di dalam masjid.

Halaman masjid juga menjadi saksi ritual keagamaan dan sujud berjamaah dalam rangka Tahun Baru Yahudi. Para pemukim menyerukan penggerebekan kelompok terorganisir secara ekstensif selama liburan dan diberikan transportasi gratis untuk mencapai Masjid Al-Aqsa, sementara pasukan pendudukan mengubah Yerusalem dan Kota Tua menjadi zona militer dan meningkatkan tingkat siaga.

Para pemukim melakukan ritual publik, sujud berjamaah, bernyanyi, menari, bertepuk tangan, meniup shofar, membawa persembahan tanaman, dan mengenakan kostum "pendeta Bait Suci" di dalam Masjid Al-Aqsa.

Pasukan pendudukan juga menyerbu area di sekitar Aula Shalat Al-Qibla dan Kubah Batu selama khutbah dan salat Jumat.

Laporan tersebut menyoroti bahwa ekstremis Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel, bersama beberapa anggota Knesset, memimpin penggerebekan di Masjid Al-Aqsa selama liburan "Simchat Torah", yang secara terang-terangan melanggar kesucian masjid dan memprovokasi umat Islam, sebagai bagian dari upaya untuk menegaskan kendali Israel atas situs tersebut. (hanoum/arrahmah.id)