Memuat...

Dua Pemukim “Israel” Ditembak Mati di Tepi Barat, Hamas Ucapkan Selamat

Zarah Amala
Jumat, 1 Maret 2024 / 21 Syakban 1445 08:40
Dua Pemukim “Israel” Ditembak Mati di Tepi Barat, Hamas Ucapkan Selamat
Mohammed Manasra (31) syahid setelah melakukan operasi penembakan di dekat Nablus. (Foto: Melalui Media Sosial)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Dua pemukim “Israel” tewas pada Kamis (29/2/2024) dalam operasi penembakan di sebuah pompa bensin di pintu masuk permukiman ilegal Yahudi “Israel” di Eli, dekat kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki, media “Israel” melaporkan.

Haaretz mengutip layanan darurat Magen David Adom yang mengatakan bahwa keduanya berada di dalam mobil ketika mereka ditembak.

Keduanya terluka parah, sebelum dinyatakan meninggal beberapa saat kemudian.

Sumber-sumber Palestina membenarkan bahwa pria yang melakukan operasi tersebut adalah Mohammed Manasra (31), dari kamp pengungsi Qalandiya.

Menurut Haaretz, Manasra dekat dengan gerakan Palestina Fatah dan menjabat sebagai petugas di kepolisian Palestina. Dia dilaporkan ditembak dan dibunuh di tempat kejadian.

Setelah operasi tersebut, Menteri Keuangan “Israel” Bezalel Smotrich mengatakan bahwa dia akan menuntut tindakan yang lebih kuat di Tepi Barat pada pertemuan kabinet, pada Kamis (29/2). Hal ini “mengharuskan IDF menutup jalan, mengembalikan pos pemeriksaan dan secara besar-besaran membangun permukiman sebagai jawaban yang tepat bagi Zionis,” kata Smotrich, menurut Haaretz.

Sementara itu, Perlawanan Palestina mengucapkan selamat atas “operasi heroik” tersebut dan menyerukan “peningkatan konfrontasi.”

Hamas Menyambut Operasi 

Dalam sebuah pernyataan, gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, mengatakan bahwa “pembantaian yang terus-menerus dilakukan oleh pendudukan terhadap rakyat kami yang teguh dan tangguh, terutama di Jalur Gaza, dan pembantaian mengerikan terakhir tadi malam di bundaran Al-Nabulsi di Kota Gaza, tidak akan dibiarkan begitu saja, akan ada tanggapan dan akuntabilitas dari para pahlawan rakyat kita dan perlawanan mereka.”

Lebih dari 100 warga Palestina tewas dan lebih dari 700 orang terluka ketika pasukan “Israel” menembaki ratusan warga Palestina yang menunggu bantuan kemanusiaan, di selatan Kota Gaza di daerah dekat bundaran Al-Nablusi.

Pernyataan itu berlanjut,

“Kami juga menegaskan bahwa berlanjutnya amukan pendudukan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, serta rencana mereka untuk membatasi jamaah dan mencegah mereka memasuki Masjid Al-Aqsa selama bulan penuh berkah Ramadhan, akan menjadi detonator tambahan yang menyulut api di bawah kaki penjajah.” (zarahamala/arrahmah.id)