Memuat...

Edan Alexander, Tentara AS-'Israel' yang Dibebaskan Hamas, Ingin Balik Bertugas

Zarah Amala
Rabu, 3 September 2025 / 11 Rabiulawal 1447 11:40
Edan Alexander, Tentara AS-'Israel' yang Dibebaskan Hamas, Ingin Balik Bertugas
Meski pernah mengutuk Netanyahu, eks tawanan Hamas, Edan Alexander pertimbangkan kembali ke barisan militer 'Israel' (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Edan Alexander, tentara Amerika-'Israel' yang baru-baru ini dibebaskan oleh Hamas dari Gaza, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk kembali bertugas di militer 'Israel' sementara agresi 'Israel' terhadap Gaza masih berlangsung.

Menurut Israel Hayom, Alexander sedang berdiskusi dengan otoritas militer 'Israel' terkait kemungkinan kembali bertugas di bidang intelijen, dan ia akan mengambil keputusan dalam waktu dekat.

Alexander sebelumnya menjadi relawan di Brigade Golani. Ia ditangkap Hamas pada 7 Oktober 2023 ketika berada di dalam tanknya, lalu dibebaskan pada Mei tahun ini.

Dalam sebuah video yang dirilis sayap militer Hamas pada November lalu, Alexander dengan keras mengkritik Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu. Ia menuduh Netanyahu menelantarkan para tawanan 'Israel' dan mendesak Donald Trump agar turun tangan mengupayakan pembebasannya.

“Kalian telah menelantarkan kami,” kata Alexander dalam rekaman itu. “Kami mati seribu kali setiap hari, dan tidak ada yang merasakan penderitaan kami.”

Ia juga memohon kepada publik 'Israel' agar menekan pemerintah. Alexander menuding kebijakan AS di bawah Presiden Joe Biden ikut memperburuk keadaan, karena senjata Amerika telah membunuh tawanan 'Israel' di Gaza. “Jangan biarkan aku mati seperti Hersh,” katanya, merujuk pada Hersh Goldberg-Polin, tawanan Amerika-'Israel' yang diyakini tewas akibat serangan 'Israel'.

Alexander berulang kali mendesak Netanyahu untuk menghentikan perang, menyetujui pertukaran tawanan, serta menghentikan serangan yang membahayakan para tawanan 'Israel'. Namun, seruan itu diabaikan dan Netanyahu terus melanjutkan operasi militernya. Kini, Alexander justru dikabarkan mempertimbangkan untuk kembali bertugas di militer 'Israel'.

Alexander sebelumnya bergabung dengan militer 'Israel' karena dorongan ideologis. (zarahamala/arrahmah.id)