Memuat...

Gaza Sudah Masuk Fase Kelaparan Ekstrem, Kepala UNRWA Peringatkan Dunia Segera Bertindak

Zarah Amala
Rabu, 30 Juli 2025 / 6 Safar 1447 09:01
Gaza Sudah Masuk Fase Kelaparan Ekstrem, Kepala UNRWA Peringatkan Dunia Segera Bertindak
'Israel' terus menggunakan kelaparan warga sipil sebagai senjata perang melawan warga Palestina di Gaza. (Foto: via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyerukan agar Jalur Gaza segera dibanjiri bantuan kemanusiaan dalam skala besar sebagai satu-satunya cara untuk membalikkan bencana kelaparan yang kini terjadi. Dalam pernyataannya di X, ia menegaskan bahwa “skenario terburuk berupa kelaparan kini benar-benar terjadi di Gaza, sepenuhnya merupakan kelaparan buatan manusia.”

Lazzarini mengungkapkan bahwa lebih dari 100 orang telah meninggal akibat kelaparan hanya dalam beberapa pekan terakhir, termasuk anak-anak. “Ambang kelaparan telah terlampaui, dengan kelaparan massal dan malnutrisi meluas di seluruh wilayah yang dilanda perang ini,” katanya. Menurutnya, satu-satunya jalan untuk menghentikan bencana ini adalah dengan mendatangkan bantuan dalam jumlah besar dan cepat.

Ia menambahkan bahwa PBB sebenarnya memiliki keahlian dan sumber daya untuk menangani krisis kelaparan ini. “UNRWA sendiri memiliki 6.000 truk berisi makanan dan obat-obatan yang siap masuk ke Gaza,” jelasnya. Ia mendesak agar PBB diberi akses tanpa hambatan, serta dapat bekerja dengan aman dan bermartabat.

Pernyataan ini disertai dengan rilis laporan dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang menetapkan status “siaga” untuk Gaza. Laporan tersebut menyebut bahwa skenario kelaparan terburuk kini berkembang pesat akibat konflik yang terus berlangsung, pengungsian massal, dan akses kemanusiaan yang sangat terbatas. Akses terhadap makanan dan kebutuhan dasar telah anjlok ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara bukti-bukti menunjukkan bahwa kelaparan, malnutrisi, dan penyakit telah menyebabkan kematian yang terus meningkat.

Laporan IPC menegaskan bahwa ambang kelaparan telah tercapai dalam hal konsumsi makanan di sebagian besar wilayah Gaza, serta malnutrisi akut di Kota Gaza. Karena itu, mereka menyerukan agar segera dihentikan permusuhan dan dibuka akses kemanusiaan besar-besaran demi menyelamatkan nyawa.

Sementara itu, Dewan Nasional Suku dan Klan Palestina menuduh 'Israel' menipu masyarakat internasional dengan berpura-pura memfasilitasi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak Oktober 2023, setidaknya 147 warga Palestina, termasuk 88 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi yang disebabkan oleh blokade 'Israel' yang terus berlanjut atas Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)