Memuat...

Geger! 'Imam' Eropa Sebut Presiden 'Israel' Mewakili Kemanusiaan

Hanoum
Rabu, 9 Juli 2025 / 14 Muharam 1447 05:47
Geger! 'Imam' Eropa Sebut Presiden 'Israel' Mewakili Kemanusiaan
Presiden Israel Isaac Herzog (keempat dari kiri) bertemu dengan imam-imam dari Eropa di Yerusalem, pada 7 Juli 2025. [Foto: MEE]

YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Dunia sontak kaget usai sejumlah 'imam' dari Eropa menemui Presiden 'Israel' Yitzhak Herzog sambil memuja-mujinya sebagai sosok teladan. Salah seorang dari mereka menyebut "Herzog adalah wakil kemanusiaan!"

Dilansir Trhaber (8/7/2025), pujian yang dilontarkan oleh seorang 'imam' Prancis Hassen Chalghoumi ini menuai reaksi yang luar biasa bahkan telah menimbulkan kemarahan publik.

Publik tidak terima dengan pujian Chalghoumi yang mengatakan kepada Herzog; “Anda mewakili dunia persaudaraan, kemanusiaan, cinta, dan demokrasi.”

Setelah kata-kata ini, Herzog terlihat menanggapi dengan mengatakan, “Kita semua adalah anak-anak Abraham.”

Pujian ini dinilai publik merupakan sebuah ironi karena ribuan warga sipil Palestina telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan tentara 'Israel' di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun.

Sejumlah netizen di media sosial menggambarkan pernyataan Chalghoumi dan 15 imam lainnya sebagai “keruntuhan moral,” “pengkhianatan terhadap Palestina,” dan “aib politik.” Mereka berpendapat bahwa Chalghoumi tidak mewakili Islam dan Muslim, dan sebaliknya, pernyataan tersebut hanya melayani propaganda 'Israel'.

Akibat dari kunjungan itu, seorang imam asal Belanda, Youssef Msibih, telah diskors dari masjidnya setelah pertemuan tersebut. Msibih diskors Masjid Bilal di kota Alkmaar, Belanda, karena menyanyikan sebuah lagu yang menginterpretasi ulang lagu kebangsaan 'Israel' dalam bahasa Arab.

Kunjungan yang membawa 'imam-imam' dari Italia, Belgia, Belanda, Inggris, dan Prancis tersebut diselenggarakan oleh Elnet, sebuah LSM yang berupaya memperkuat hubungan antara Israel dan Eropa.

Chalghoumi adalah imam masjid Drancy di Seine-Saint-Denis, di pinggiran kota Paris. Ulama kelahiran Tunisia ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan kelompok-kelompok Israel, dan pada tahun 2019 mengunjungi Tepi Barat yang diduduki atas undangan para pemukim Israel.

Dia yang selama ini aktif dalam mengadakan dialog Yahudi-Islam dikenal sebagai 'imam' yang mendukung undang-undang pelarangan niqab. Ia mengambil langkah yang berbeda dengan sebagian besar para pemimpin Muslim di Perancis yang mendesak anggota parlemen untuk tidak mengesahkan larangan tersebut. Chalghoumi mengatakan bahwa perempuan yang ingin menutupi wajah mereka sebaiknya pindah ke Arab Saudi atau negara-negara Muslim lain yang menjadikan niqab sebagai tradisi. (hanoum/arrahmah.id)