Memuat...

Gencatan Senjata Tinggal Kenangan, 'Israel' Bunuh 6 Warga Palestina

Hanoum
Rabu, 15 Oktober 2025 / 24 Rabiulakhir 1447 07:32
Gencatan Senjata Tinggal Kenangan, 'Israel' Bunuh 6 Warga Palestina
Foto ilustrasi. [Foto: Avapress]

GAZA (Arrahmah.id) -- Suara desingan peluru terdengar di tengah sunyi malam Gaza. Enam warga Palestina tewas ditembak saat hendak memeriksa kondisi hunian mereka sendiri di kawasan Shujaiya, Selasa (14/10/2025).

Penembakan tersebut dilakukan pasukan 'Israel' dan dianggap sebagai pelanggaran atas gencatan senjata yang baru berjalan empat hari. Kesepakatan damai itu kini terasa rapuh di tengah genangan darah yang belum sempat kering.

Menurut kantor berita WAFA (14/10), 'Israel' menggunakan pesawat tak berawak dalam serangan mematikan itu. Aksi ini melanggar perjanjian gencatan senjata tahap pertama dengan kelompok perlawanan Palestina Hamas yang disepakati sejak 10 Oktober 2025.

Militer 'Israel' mengklaim tembakan itu dilepaskan karena warga Palestina mendekati garis kuning pembatas penarikan pasukan. Garis itu ditetapkan sebagai batas aman dalam kesepakatan yang disusun berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Penembakan juga dilaporkan terjadi di Khan Younis. Al Jazeera menyebut, sejumlah korban jiwa kembali berjatuhan.

Pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese, mengecam keras tindakan Israel. Ia menilai serangan tersebut menghina makna gencatan senjata yang seharusnya melindungi warga sipil.

“Sekali lagi, gencatan senjata menurut Israel berarti ‘kamu berhenti, aku tembak.’ Menyebutnya damai adalah penghinaan sekaligus pengalihan perhatian,” tulisnya di X.

Albanese juga menyerukan sanksi internasional dan pengadilan bagi setiap pelaku pelanggaran kemanusiaan.

Meskipun penembakan terjadi, Presiden Trump tetap menyebut kesepakatan ini sebagai “langkah menuju perdamaian abadi.” Trump bahkan datang langsung ke Israel untuk memberikan pidato di parlemen dan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Arab di Mesir.

Pada saat bersamaan, 'Israel' membebaskan 250 tahanan Palestina dan 1.700 warga Gaza. Sebaliknya, Hamas menyerahkan 20 sandera hidup dan empat jenazah, menyisakan 24 jenazah sandera lainnya.

Namun di balik kesepakatan itu, luka rakyat Gaza masih menganga. Palang Merah Internasional menyebut menerima 45 jenazah warga Palestina dari Israel pada Selasa. Jumlah korban jiwa akibat perang sejak Oktober 2023 telah mencapai 67.812 orang.

Ribuan lainnya masih tertimbun reruntuhan. Gaza yang porak poranda kini hanya menyisakan duka mendalam. (hanoum/arrahmah.id)