Memuat...

Haaretz: 'Israel' Tarik Pasukan dari Gaza di Tengah Ancaman Perang Regional yang Mencekam

Zarah Amala
Senin, 16 Juni 2025 / 20 Zulhijah 1446 11:58
Haaretz: 'Israel' Tarik Pasukan dari Gaza di Tengah Ancaman Perang Regional yang Mencekam
Sekelompok tentara terjebak dalam penyergapan di Rafah. (Foto: tangkapan video)

GAZA (Arrahmah.id) - Tentara 'Israel' telah secara signifikan mengurangi jumlah pasukannya di Jalur Gaza, demikian dilaporkan oleh surat kabar 'Israel' Haaretz pada Ahad (15/6/2025).

Langkah penarikan ini disebut-sebut bertujuan untuk memperkuat penjagaan di perbatasan utara dan timur 'Israel', di tengah kekhawatiran yang terus meningkat terkait kemungkinan penyusupan oleh milisi dari wilayah Yordania dan Suriah, serta potensi keterlibatan Hizbullah dalam konflik.

Untuk mencegah upaya penyusupan tersebut, militer 'Israel' dilaporkan telah mempertebal kehadiran mereka di sepanjang perbatasan dengan Yordania dan Suriah. Dalam proses ini, jumlah pasukan yang ditempatkan di Gaza pun dikurangi.

Menurut Haaretz, dalam beberapa hari ke depan, jumlah tentara 'Israel' yang masih berada di Gaza diperkirakan akan tinggal kurang dari setengah dari total pasukan yang ditempatkan sebelum konflik dengan Iran meletus.

Pejabat pertahanan 'Israel' mengatakan kepada Haaretz bahwa keputusan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran bahwa kelompok-kelompok proksi Iran di kawasan mungkin akan ikut campur dalam konflik.

Tujuan langsung dari reposisi ini, tambah mereka, adalah untuk menggagalkan setiap upaya penyerangan terhadap komunitas sipil atau infrastruktur militer 'Israel' yang berada dekat dengan pagar perbatasan.

Pada Sabtu lalu (14/6), militer 'Israel' menyatakan bahwa “Iran kini menjadi medan perang utama bagi 'Israel', sementara Gaza turun menjadi prioritas sekunder.”

Meski Hizbullah sejauh ini telah menyatakan dukungannya kepada Iran, Haaretz melaporkan bahwa intelijen 'Israel' belum mendeteksi adanya aktivitas nyata yang mengindikasikan kelompok itu akan segera turun langsung ke medan perang.

Namun, kelompok-kelompok yang beroperasi di Irak, Suriah, dan Yaman digambarkan sebagai “sumber kekhawatiran yang terus tumbuh.”

Militer 'Israel' juga mengonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan upaya pembunuhan semalam terhadap kepala militer Ansarallah, Muhammad Abdul Karim al-Jamari.

Namun menurut kantor berita Tasnim milik Iran, al-Jamari berhasil selamat dari serangan tersebut.

Menanggapi upaya pembunuhan itu, Ansarallah menyatakan akan membalas dan menyerukan kepada milisi-milisi sekutunya untuk bersiap melakukan apa yang mereka sebut sebagai “pawai menuju Israel.” (zarahamala/arrahmah.id)