Memuat...

Hamas Siap Gencatan Senjata, 'Israel' Menolak, Witkoff Putar Balikkan Fakta

Zarah Amala
Selasa, 27 Mei 2025 / 30 Zulkaidah 1446 10:16
Hamas Siap Gencatan Senjata, 'Israel' Menolak, Witkoff Putar Balikkan Fakta
Utusan Trump, Steve Witkoff (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) – Hamas mengumumkan pada Senin (26/5/2025) bahwa mereka telah menerima proposal gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang didukung oleh Amerika Serikat. Namun, utusan AS Steve Witkoff justru mengklaim sebaliknya, bahwa Hamas menolak kesepakatan tersebut, sementara 'Israel' menerimanya.

Kesepakatan itu mencakup gencatan senjata selama 70 hari, pembebasan 10 tawanan 'Israel' yang masih hidup, serta penarikan sebagian pasukan militer 'Israel' dari Gaza. Selain itu, ratusan tahanan Palestina, termasuk yang dihukum seumur hidup, juga akan dibebaskan.

Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok perlawanan itu telah menyetujui proposal Amerika tersebut. Rencana itu, berdasarkan kerangka kerja Witkoff sendiri, akan mengharuskan pasukan 'Israel' mundur dari jalur-jalur utama dan wilayah-wilayah padat penduduk, termasuk Jalan Salah al-Din dan Koridor Netzarim di Gaza tengah.

Namun, Channel 14 Israel melaporkan bahwa justru 'Israel' yang menolak tawaran itu. Sumber dari 'Israel' mengatakan bahwa Hamas-lah yang mengajukan kesepakatan tersebut, dan meskipun mendapat jaminan dari AS bahwa perang akan diakhiri, 'Israel' tetap menolak.

Dalam perkembangan yang membingungkan, Steve Witkoff secara terbuka membantah klaim Hamas. “Apa yang saya lihat dari Hamas sangat mengecewakan dan sama sekali tidak dapat diterima,” ujarnya kepada Axios. Witkoff bersikeras bahwa 'Israel' siap menerima kesepakatan tersebut, yang mencakup pemulangan “setengah dari tawanan yang masih hidup dan setengah dari yang gugur,” serta akan membuka jalan menuju pembicaraan gencatan senjata permanen.

“Hamas seharusnya menerima tawaran ini,” tambah Witkoff.

Kontradiksi ini memicu kekacauan politik. Hamas menyatakan bahwa keputusan kini ada di tangan 'Israel' . 'Israel' menuding Hamas tak kooperatif. Dan Witkoff menyalahkan Hamas atas kebuntuan tersebut.

Sementara itu, dengan lebih dari 53.000 warga Palestina terbunuh sejak Oktober 2023, genosida di Gaza terus berlangsung, dan upaya diplomatik justru terkubur dalam tumpukan penyangkalan serta narasi yang saling bertentangan. (zarahamala/arrahmah.id)