GAZA (Arrahmah.id) -- Sebuah siaran kontroversial dalam serial investigasi Al Jazeera, The Hidden Is More Immense, menimbulkan kehebohan pada hari Senin (20/10/2025). Siara tersebut yang diklaim dokumen bocor itu menampilkan daftar hampir 30.000 anggota Angkatan Udara 'Israel', termasuk para pilot yang terlibat dalam operasi penyerangan Gaza.
Dilansir Matzav (21/10), program tersebut menampilkan foto wajah dan detail pribadi yang diduga milik personel AU 'Israel', yang sebagian besar tampaknya dikumpulkan dari profil media sosial.
Episode tersebut sejatinya berfokus pada kegiatan Yayasan Hind Rajib yang berbasis di Brasil, sebuah organisasi yang berupaya mengajukan gugatan hukum terhadap tentara 'Israel' di luar negeri.
Para pakar siber dengan cepat menunjukkan bahwa informasi yang disiarkan Al Jazeera tampak identik dengan kebocoran data sebelumnya yang dilaporkan tiga tahun lalu.
Saat itu, sebuah kolektif peretas yang dikenal sebagai "Leak the Analyst" telah membocorkan data pribadi 30.000 anggota Angkatan Udara 'Israel', baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, ke darknet.
Varonis, perusahaan keamanan siber yang mengungkap pelanggaran tersebut, menganalisis berkas-berkas yang dibobol dan mengonfirmasi bahwa beberapa nama terkait dengan pilot 'Israel' yang masih aktif bertugas.
Perusahaan tersebut mencatat bahwa sumber kebocoran tampaknya bersifat nonmiliter, kemungkinan berasal dari basis data pemasaran sipil yang terhubung dengan industri penerbangan.
"Varonis memeriksa ulang nama-nama tersebut dan menemukan bahwa beberapa nama merupakan pilot 'Israel' yang masih aktif," lapor perusahaan tersebut.
Para penyelidik juga memperingatkan bahwa "Leak the Analyst", kelompok yang sama yang diduga melakukan kebocoran sebelumnya, memiliki rekam jejak panjang dalam menargetkan perusahaan keamanan siber swasta dan lembaga pemerintah di seluruh dunia. (hanoum/arrahmah.id)
