KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Pertahanan Imarah Islam Afghanistan mengutuk pemboman provinsi Nangarhar dan Paktika oleh militer Pakistan tadi malam, dengan mengatakan serangan tersebut melanggar kedaulatan nasional Afghanistan.
Enayatullah Khwarazmi, juru bicara kementerian, mengatakan serangan itu menewaskan dan melukai puluhan wanita dan anak-anak yang tidak bersalah.
“Kementerian Pertahanan menganggap menjaga kedaulatan Afghanistan dan keselamatan rakyatnya sebagai tugas nasional dan memperingatkan akan adanya tanggapan yang tepat dan terukur pada waktu yang tepat,” kata Khwarazmi, lansir Tolo News (22/2/2026).
Sementara itu, masyarakat di seluruh negeri mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan.
“Pemboman Pakistan terhadap Paktika dan Nangarhar tadi malam adalah tragedi. Pakistan seharusnya menghindari serangan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap Ramadhan,” kata Mohammad Nazir Danish, seorang warga Parwan.
“Pakistan melanggar hak asasi manusia dan kedaulatan nasional kami,” kata Abdul Majid, seorang warga Badakhshan.
“Mereka harus menyelesaikan masalah ini melalui cara damai. Jika tidak, Afghanistan harus melakukan serangan balasan,” kata Zabihullah, seorang warga Mazar-e-Sharif.
Pemboman itu juga menuai reaksi dari mantan pemimpin dan pejabat Afghanistan.
Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan mantan kepala Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah mengutuk serangan tersebut dan Abdullah menyerukan kedua negara untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui negosiasi.
Dalam sebuah unggahan di X, Karzai menulis: “Saya mengutuk pemboman Paktika dan Nangarhar oleh Pakistan. Kami sekali lagi menyerukan kepada Pakistan untuk mempertimbangkan kembali kebijakannya terhadap Afghanistan dan untuk menempuh jalan hubungan bertetangga yang baik dan beradab.”
Sementara itu, Abul Salam Zaeef, mantan duta besar Imarah Islam untuk Pakistan, menggambarkan serangan itu sebagai tindakan pengecut dan pelanggaran kedaulatan nasional dan integritas teritorial Afghanistan.
Zaeef menambahkan bahwa Pakistan menghindari tanggung jawabnya dengan menargetkan warga sipil yang tidak bersalah.
Menurut pejabat setempat di Nangarhar, serangan udara Pakistan di distrik Behsud menewaskan 18 orang, termasuk wanita dan anak-anak, dan melukai lima lainnya. Pejabat mengatakan semua korban adalah warga sipil.
Pakistan juga menargetkan distrik Barmal dan Orgon di provinsi Paktika, tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di sana.
Militer Pakistan mengklaim telah menargetkan tujuh tempat persembunyian Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan ISIS Provinsi Khorasan (ISKP) dalam serangan tadi malam.
Imarah Islam Afghanistan telah berulang kali membantah klaim bahwa wilayah Afghanistan digunakan oleh kelompok bersenjata untuk mengancam Pakistan atau negara lain di kawasan tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
