Memuat...

Perangi Nepotisme, Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa Siap Pecat Saudaranya dari Kursi Pemerintahan

Hanoum
Ahad, 22 Februari 2026 / 5 Ramadan 1447 03:27
Perangi Nepotisme, Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa Siap Pecat Saudaranya dari Kursi Pemerintahan
Keluarag Presiden Suriah di pemerintahan. [Foto: X]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Ahmad asy Syaraa dilaporkan akan memecat kedua saudaranya, Maher dan Hazem al-Sharaa, dari posisi pemerintahan sebagai langkah untuk meredam persepsi nepotisme di tengah upaya reformasi negara pasca-Assad. Kebijakan ini muncul di tengah sorotan luas atas peran keluarga dalam struktur kekuasaan transisional Suriah.

Pengumuman itu, menurut sumber lokal yang dikutip oleh Zaman Al Wasl (21/2/2026), adalah bagian dari upaya presiden untuk menanggapi kritik domestik dan internasional yang menilai bahwa penempatan saudara-saudaranya dalam jabatan senior telah mengulang pola dinasti kekuasaan yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan rezim sebelumnya di Suriah.

Kritik terhadap keterlibatan keluarga asy Syaraa bukan hal baru. Maher asy Syaraa, dokter dan saudara presiden, sebelumnya ditunjuk sebagai Secretary-General to the Presidency, salah satu posisi administratif tertinggi di pemerintahan transisional, dan Hazem tampak mengurus urusan ekonomi dan investasi, baik domestik maupun hubungan dengan mitra luar negeri seperti delegasi Saudi Arabia.

Laporan media internasional sebelumnya menggarisbawahi kekhawatiran bahwa pengangkatan kerabat dekat ke posisi strategis dapat menimbulkan persepsi akan favouritism (pemberian keuntungan karena hubungan keluarga) dan kontradiksi terhadap janji reformasi yang disampaikan asy Syaraa setelah kemenangannya dalam konflik yang menggulingkan rezim Assad. Sebuah artikel dari The Arab Weekly pada November 2025 menggambarkan bagaimana presiden telah berusaha menangani korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di pemerintahan baru, termasuk mengkritik loyalis dan operasi yang berlebihan dalam pemerintahan.

Sementara belum ada konfirmasi resmi dari kantor presiden mengenai tanggal efektif atau detail jabatan apa yang akan diambil alih, langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya asy Syaraa untuk memperkuat legitimasi pemerintahannya yang memprioritaskan pemerintahan yang lebih akuntabel dan mengurangi konflik kepentingan di tingkat tinggi.

Latar belakangnya, asy Syaraa telah berupaya membangun pemerintahan transisional yang mencerminkan diversifikasi etnis dan agama di Suriah pasca perang serta mengajak negara lain untuk terlibat dalam rekonstruksi dan stabilisasi, sementara masih menghadapi kritik terhadap hubungan internalnya sendiri. (hanoum/arrahmah.id)