Memuat...

Investigasi Al Jazeera Ungkap 6 Sniper Asing Terlibat Pembunuhan Warga Sipil Gaza

Zarah Amala
Sabtu, 1 November 2025 / 11 Jumadilawal 1447 11:25
Investigasi Al Jazeera Ungkap 6 Sniper Asing Terlibat Pembunuhan Warga Sipil Gaza
Gambar diam yang diambil dari klip video yang disiarkan oleh Al Jazeera English sebagai bagian dari program "Bird's Eye", yang menunjukkan para penembak jitu yang terlibat (Al Jazeera).

GAZA (Arrahmah.id) - Unit Investigasi Investigatif Al Jazeera, melalui program “Eye of the Bird” yang tayang di saluran Al Jazeera English, mengungkap keterlibatan enam penembak jitu 'Israel' yang memiliki kewarganegaraan ganda dalam pembunuhan sistematis terhadap warga sipil Palestina selama agresi terbaru di Jalur Gaza, sebuah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Investigasi ini, yang didasarkan pada citra udara beresolusi tinggi, analisis video, dan kesaksian lapangan, menyoroti pola berulang penargetan langsung terhadap warga tak bersenjata, termasuk anak-anak dan perempuan, di wilayah yang tidak terjadi bentrokan militer sama sekali.

Para penembak jitu tersebut diketahui memiliki kewarganegaraan ganda dari sejumlah negara Barat, di antaranya Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Afrika Selatan, dan Italia. Fakta ini membuka peluang untuk penuntutan hukum di negara-negara tersebut berdasarkan prinsip yurisdiksi universal, yang memungkinkan pelaku kejahatan perang diadili tanpa memandang lokasi kejahatannya.

Laporan investigasi tersebut juga menampilkan foto dan rekaman video yang diunggah sebagian penembak jitu di akun media sosial pribadi mereka, yang memperlihatkan momen penembakan dan perayaan terselubung atas tindakan mereka, memperkuat bukti visual yang dapat digunakan dalam proses hukum internasional.

Sebelumnya, sejumlah organisasi internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International telah menyerukan penyelidikan independen dan mendesak pemerintah negara-negara Barat untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral terhadap warga negaranya yang terlibat dalam kejahatan perang tersebut.

Program “Eye of the Bird” sendiri dikenal menggunakan teknologi pengambilan gambar udara dan analisis data visual untuk menyajikan rekonstruksi peristiwa dengan sudut pandang unik. Dalam episode kali ini, program tersebut menyingkap sisi tersembunyi dari operasi militer 'Israel' dan memunculkan pertanyaan besar tentang keterlibatan warga asing dalam konflik Gaza.

Agresi genosida 'Israel' di Jalur Gaza sejauh ini telah menewaskan setidaknya 68.643 warga Palestina dan melukai 170.655 orang lainnya, mayoritas anak-anak dan perempuan, sementara biaya rekonstruksi wilayah itu diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS menurut PBB. (zarahamala/arrahmah.id)