Memuat...

Investigasi Al Jazeera Ungkap Rekaman Rahasia Upaya Mantan Perwira Assad Guncang Stabilitas Suriah

Samir Musa
Rabu, 31 Desember 2025 / 11 Rajab 1447 08:39
Investigasi Al Jazeera Ungkap Rekaman Rahasia Upaya Mantan Perwira Assad Guncang Stabilitas Suriah
Program Investigasi Al Jazeera, Al-Mutaharrī

DAMASKUS (Arrahmah.id) – Sebuah laporan investigatif terbaru Al Jazeera mengungkap upaya sejumlah mantan perwira senior rezim Bashar Assad untuk kembali mengguncang stabilitas Suriah pasca tumbangnya kekuasaan rezim tersebut.

Investigasi yang ditayangkan dalam program Al-Mutaharrī itu berhasil memperoleh lebih dari 47 jam rekaman suara bocor serta ratusan halaman dokumen rahasia, yang memperlihatkan upaya sistematis para perwira tersebut dalam menyusun kembali kekuatan, menggalang pendanaan, dan mengumpulkan persenjataan.

Salah satu nama yang mencuat dalam laporan ini adalah Suhail al-Hassan, mantan komandan pasukan elit yang dikenal dengan sebutan Pasukan Macan di tubuh militer rezim Assad. Sosok ini disebut menjadi bagian dari jaringan perwira yang berupaya menciptakan kekacauan keamanan di Suriah.

Dalam salah satu percakapan yang direkam, seorang penelepon menyampaikan kepada Suhail al-Hassan bahwa “Israel” akan berdiri bersama mereka dengan seluruh kemampuannya. Menanggapi hal itu, al-Hassan mengklaim dirinya memiliki informasi intelijen berbahaya dan menyebut adanya level koordinasi yang lebih tinggi dari dirinya.

Al-Hassan juga mengungkap bahwa seorang tokoh bernama Rami berperan sebagai koordinator utama dalam jaringan tersebut. Dalam rekaman itu pula, ia melontarkan pernyataan bernada permusuhan dengan mengatakan, “Doa kami untuk kalian semua agar kegilaan, keburukan, dan kegelapan yang bernama Thufan ini segera berakhir.”

Rekaman lainnya menampilkan suara mantan brigadir jenderal Ghiyath Dalla, yang menyatakan bahwa apa yang disampaikan Suhail al-Hassan mencerminkan perasaan masyarakat di wilayah pegunungan dan pesisir Suriah, wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis loyalis rezim Assad.

Investigasi ini akan disiarkan secara lengkap pada hari Rabu oleh jurnalis Jamali al-Maliki melalui layar Al Jazeera dan seluruh platform digitalnya.

(Samirmusa/arrahmah.id)