TEHERAN (Arrahmah.id) - Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik didih pada Selasa (10/3/2026) setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan pernyataan keras menantang klaim Presiden AS Donald Trump. IRGC menegaskan bahwa Teheranlah yang akan menentukan kapan perang ini berakhir, sembari menekankan prinsip regional: "Keamanan adalah untuk semua, atau tidak ada keamanan bagi siapa pun."
IRGC menuduh Trump berbohong kepada publik mengenai keberadaan kapal perang AS di Selat Hormuz. Menurut Teheran, armada Amerika, termasuk kapal induk Gerald Ford, telah menjauh lebih dari 1.000 kilometer karena takut menjadi sasaran rudal Iran. Sebaliknya, Trump menyatakan keinginannya untuk tetap membuka selat tersebut dan bahkan mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali penuh atas jalur minyak vital itu.
Iran bersumpah tidak akan membiarkan satu liter minyak pun diekspor dari kawasan tersebut untuk musuh dan sekutunya. Menanggapi hal ini, Trump mengancam akan memberikan balasan 20 kali lipat lebih keras dan menghancurkan target-target Iran hingga tidak bisa dibangun kembali jika aliran minyak terganggu. "Kematian, api, dan kemarahan akan menimpa Iran," ancam Trump.
Trump mengklaim telah menghancurkan 80% situs peluncuran rudal Iran dan menyebut kekuatan militer Iran telah hancur total.
Sementara IRGC Menyebut klaim Trump tersebut palsu dan dilakukan untuk menutupi kekalahan. Iran mengeklaim justru telah menghancurkan 10 radar canggih AS serta banyak drone mahal, sembari menegaskan bahwa mereka kini meluncurkan rudal yang lebih kuat dengan hulu ledak seberat lebih dari satu ton.
IRGC menyatakan bahwa penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi telah menggagalkan rencana Trump untuk meruntuhkan revolusi Islam melalui pembunuhan pemimpin. Mereka mengeklaim Trump gagal menciptakan keruntuhan sosial di Iran.
Konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu ini telah menghancurkan banyak infrastruktur militer. Meskipun AS dan 'Israel' terus menggempur pangkalan di daratan Iran, Teheran tetap meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal generasi baru dan drone yang menyasar aset-aset sekutu di kawasan Teluk. (zarahamala/arrahmah.id)
