Memuat...

Rudal Iran Masuk Langit Turki Lagi, Pezeshkian Ajak Investigasi Bareng

Zarah Amala
Selasa, 10 Maret 2026 / 21 Ramadan 1447 10:46
Rudal Iran Masuk Langit Turki Lagi, Pezeshkian Ajak Investigasi Bareng
Sisa-sisa rudal Iran yang jatuh di wilayah Turki setelah dicegat oleh sistem pertahanan udara NATO (Reuters)

ANKARA (Arrahmah.id) - Ketegangan baru pecah di perbatasan Turki setelah sistem pertahanan udara NATO yang berbasis di Turki berhasil mencegat rudal balistik kedua asal Iran dalam sepekan terakhir. Menanggapi insiden tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (10/3/2026) pagi untuk memprotes pelanggaran wilayah udara yang dianggap tidak berdasar tersebut.

Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi bahwa rudal balistik itu ditembak jatuh oleh sistem pertahanan NATO di wilayah Mediterania Timur. Serpihan rudal dilaporkan jatuh di area terbuka di kota Gaziantep, Turki Selatan. Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini, Ankara memperingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap ancaman serupa di masa depan.

Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan Teheran untuk membentuk tim investigasi bersama guna menyelidiki klaim peluncuran rudal yang menyasar wilayah Turki. Iran tampaknya berusaha meredam ketegangan dengan tetangga utaranya di tengah tekanan perang dari AS dan 'Israel'.

Erdogan menegaskan bahwa menargetkan negara-negara di kawasan tidak akan menguntungkan pihak mana pun. Ia menekankan bahwa Turki tidak bisa menerima alasan apa pun atas pelanggaran kedaulatan wilayah udaranya.

Turki tetap berkomitmen membuka jalur diplomatik untuk membantu mengakhiri perang besar yang melibatkan Iran, namun Erdogan memperingatkan Iran agar tidak memperluas konflik ke negara-negara tetangga yang tidak terlibat.

Insiden di Gaziantep ini merupakan kali kedua dalam sepekan sistem radar dan pencegat NATO di Turki aktif menghalau proyektil dari arah Iran. Hal ini meningkatkan kewaspadaan di sepanjang perbatasan selatan Turki, terutama karena wilayah tersebut berdekatan dengan zona konflik aktif di Suriah dan Irak. (zarahamala/arrahmah.id)