TEL AVIV (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peluncuran gelombang rudal ke-37 dalam operasi Janji Setia 4 pada Rabu dini hari (11/3/2026). IRGC menyebut serangan ini sebagai yang terdahsyat dan terberat sejak konfrontasi dimulai pada 28 Februari lalu. Rentetan serangan intensif yang berlangsung selama beberapa jam ini menargetkan situs-situs milik Armada Kelima AS dan posisi di Erbil, Irak, serta serangan langsung yang menghantam jantung kota Tel Aviv dan pangkalan udara di dekatnya.
Di sisi lain, sirine bahaya meraung di wilayah luas di 'Israel', termasuk kawasan Carmel di selatan Haifa dan wilayah Sharon di utara Tel Aviv, di tengah kondisi siaga keamanan tingkat tinggi. Meski militer 'Israel' (IDF) mengklaim telah mencegat sebagian besar rudal, laporan media menyebutkan adanya jatuhan serpihan di dekat fasilitas vital seperti rumah sakit dan pangkalan militer. 'Israel' hingga kini masih memberlakukan sensor ketat terhadap rincian kerugian yang dialami.
IRGC menegaskan bahwa gelombang ini membawa muatan rudal terberat dan jumlah terbanyak dibandingkan enam rentetan serangan yang menyasar 'Israel' sejak Selasa (10/3).
Serangan mencakup target lintas batas yang menyasar apa yang disebut Teheran sebagai kepentingan Amerika di Irak (Erbil) dan fasilitas laut yang terkait dengan Armada Kelima AS.
Tim medis 'Israel' menangani beberapa korban luka akibat desak-desakan saat warga berlarian menuju bunker perlindungan. Sementara itu, otoritas Israel terus membatasi informasi mengenai titik persis jatuhnya rudal.
Perang kini memasuki hari ke-12 di tengah serangan udara AS dan 'Israel' yang terus berlanjut ke kota-kota Iran. Teheran membalas dengan gelombang rudal balistik dan drone yang menyebabkan kerusakan pada situs sipil, bandara, dan pelabuhan di beberapa negara kawasan, yang memicu kecaman keras dari negara-negara Arab yang terdampak. (zarahamala/arrahmah.id)
