Memuat...

Pembicaraan Rencana Perdamaian Gaza Trump Mandeg Menyusul Serangan terhadap Iran

Zarah Amala
Rabu, 11 Maret 2026 / 22 Ramadan 1447 12:03
Pembicaraan Rencana Perdamaian Gaza Trump Mandeg Menyusul Serangan terhadap Iran
Asap membubung di atas Gaza setelah pengeboman 'Israel' (Getty)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Upaya diplomatik untuk menjalankan rencana perdamaian Presiden Donald Trump di Jalur Gaza dilaporkan mengalami penangguhan sejak pekan lalu. Laporan eksklusif Reuters menyebutkan bahwa serangan gabungan AS-'Israel' ke Iran pada 28 Februari telah mengalihkan prioritas utama Gedung Putih, sehingga isu Gaza kini hanya mendapat perhatian terbatas.

Inti dari rencana Trump, yang menawarkan pengampunan bagi pejuang Hamas jika mereka meletakkan senjata demi percepatan rekonstruksi, kini terancam molor. Meskipun pejabat Gedung Putih membantah adanya penghentian total dan menyebut diskusi tetap positif, sumber-sumber diplomatik mengungkapkan bahwa aktivitas di pusat koordinasi sipil-militer di 'Israel' Selatan telah dikurangi hingga level minimum karena kekhawatiran akan serangan rudal Iran.

Pejabat Palestina mengungkapkan bahwa pertemuan antara Hamas dengan mediator Mesir, Qatar, dan Turki seharusnya berlangsung tepat di hari pecahnya perang Iran, namun agenda tersebut dibatalkan tanpa jadwal pengganti.

Sebagian pihak menyebut penundaan ini hanya masalah teknis akibat gangguan jadwal penerbangan bagi para mediator di kawasan Timur Tengah. Namun, diplomat asing mencatat bahwa para pejabat senior AS kini terlalu fokus pada perang besar melawan Iran dan Lebanon.

Penangguhan ini mengancam komitmen dana miliaran dolar dari negara-negara Teluk yang sedianya dialokasikan untuk pembangunan kembali Gaza. Saat ini, negara-negara donor tersebut justru tengah sibuk menghadapi serangan balasan dari Iran.

Sebagian sumber di Board of Peace Trump percaya bahwa perang melawan Iran justru bisa mempercepat pelucutan senjata di Gaza dalam jangka panjang karena akan memutus jalur pendanaan dan pengaruh Teheran terhadap Hamas.

Meskipun intensitas serangan udara di Gaza sedikit berkurang karena militer 'Israel' mengalihkan fokus ke Iran dan Lebanon, operasi militer belum berhenti total. Setidaknya 16 warga Palestina dilaporkan gugur di Gaza sejak 28 Februari lalu.

Seorang pejabat pemerintah 'Israel' menegaskan bahwa masalah pelucutan senjata Hamas adalah harga mati yang tidak dapat dinegosiasikan. 'Israel' mengancam akan kembali menggempur Gaza dengan kekuatan penuh jika kelompok tersebut tidak segera menyerahkan senjata mereka di bawah skema rencana Trump. (zarahamala/arrahmah.id)