Memuat...

‘Israel’ Bombardir Tempat Pengungsian dan Fasilitas Medis Gaza, Puluhan Syahid

Zarah Amala
Kamis, 24 April 2025 / 26 Syawal 1446 09:30
‘Israel’ Bombardir Tempat Pengungsian dan Fasilitas Medis Gaza, Puluhan Syahid
‘Israel’ terus melakukan pembantaian di Gaza. (Foto: via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Sejak Rabu pagi (23/4/2025), serangan udara ‘Israel’ telah menewaskan sedikitnya 28 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya di seluruh Jalur Gaza, termasuk 22 orang di Kota Gaza dan wilayah utara.

Sumber medis yang dikutip Al-Jazeera melaporkan bahwa 10 warga Palestina gugur akibat serangan yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di dalam Sekolah Yaffa, yang terletak di lingkungan Tuffah, sebelah timur Kota Gaza.

Tim Pertahanan Sipil mengevakuasi jenazah korban dan membawa mereka ke Rumah Sakit Al-Shifa dan Rumah Sakit Lapangan Bulan Sabit Merah.

Di Jalur Gaza utara, seorang anak gugur dan beberapa lainnya terluka saat rumah mereka di Jabaliya dihantam serangan udara ‘Israel’.

Di wilayah selatan, seorang anak lainnya juga dilaporkan gugur dan lima orang terluka ketika tentara ‘Israel’ membombardir tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi, barat laut Khan Yunis.

Sebuah kisah memilukan datang dari Gaza: Sana dan Seba, saudari kembar, lahir bersama dan gugur bersama. Rumah mereka dihantam serangan udara ‘Israel’ kemarin malam. Hidup mereka berakhir di tempat yang sama seperti saat dimulai, berdampingan.

Krisis Kemanusiaan di Sektor Kesehatan Gaza

Sementara itu, krisis kemanusiaan di sektor kesehatan Gaza semakin memburuk. Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa para pasien gagal ginjal kini berada dalam kondisi yang sangat mengancam nyawa akibat kelangkaan obat dan perlengkapan medis.

Menurut pejabat yang dikutip oleh Associated Press, ratusan pasien gagal ginjal telah meninggal sejak perang dimulai, mewakili sekitar 40% dari total pasien cuci darah di Jalur Gaza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut menggemakan peringatan ini, menyatakan bahwa stok obat-obatan penting yang semakin menipis membuat lebih banyak nyawa berada dalam bahaya.

Dalam perkembangan terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengecam pengeboman yang dilakukan militer ‘Israel’ Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada unit perawatan intensif (ICU) dan sistem energi cadangan rumah sakit.

Kementerian menyatakan bahwa penargetan fasilitas yang didedikasikan untuk merawat anak-anak mencerminkan kebijakan sistematis yang bertujuan menghukum warga sipil dan merampas hak-hak dasar mereka.

“Pasukan pendudukan bukan hanya menghalangi akses terhadap obat dan makanan, tetapi juga secara aktif menolak hak hidup warga sipil,” ujar kementerian, sembari menyerukan kepada organisasi internasional untuk segera bertindak demi melindungi fasilitas kesehatan dan menuntut Israel atas pelanggaran hukum humaniter internasional. (zarahamala/arrahmah.id)