Memuat...

'Israel' Luncurkan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Pasukan Lebanon Terpaksa Tarik Diri dari Perbatasan

Zarah Amala
Rabu, 4 Maret 2026 / 15 Ramadan 1447 11:33
'Israel' Luncurkan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Pasukan Lebanon Terpaksa Tarik Diri dari Perbatasan
Roket-roket ditembakkan dari Lebanon selatan ke arah 'Israel' pada Selasa (3/3/2026) (AFP)

BEIRUT (Arrahmah.id) - Situasi di perbatasan Lebanon-'Israel' memanas setelah pasukan darat 'Israel' dilaporkan mulai merangsek masuk ke wilayah kedaulatan Lebanon pada Selasa (3/3/2026). Langkah ini dilakukan sesaat setelah Menteri Pertahanan 'Israel' , Israel Katz, memberikan instruksi kepada pasukannya untuk mengambil alih posisi strategis tambahan di dalam wilayah Lebanon guna membentuk zona keamanan yang lebih luas.

Sumber militer Lebanon yang meminta identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi kepada AFP bahwa unit-unit darat 'Israel' telah bergerak maju dari arah Kfar Kila dan dataran Khiam. Pergerakan ini memicu kekhawatiran mendalam di pihak Beirut akan upaya 'Israel' untuk menetapkan sabuk keamanan permanen di wilayah selatan mereka.

Akibat eskalasi serangan 'Israel' yang kian agresif, Angkatan Bersenjata Lebanon terpaksa mengambil langkah taktis untuk melindungi personelnya. Tentara Lebanon menarik mundur prajuritnya dari beberapa pos perbatasan yang baru saja didirikan. Sumber militer menyatakan bahwa unit-unit kecil yang terdiri dari delapan hingga sembilan tentara di setiap titik dipindahkan kembali ke pangkalan utama karena ancaman keselamatan yang ekstrem.

Fokus Operasi Iran: Tanpa Pasukan Darat

Sementara ketegangan darat meningkat di Lebanon, militer 'Israel' memberikan pembaruan mengenai kampanye udara jarak jauh mereka terhadap Iran yang telah berlangsung sejak Sabtu lalu (28/2). Juru bicara militer 'Israel', Letnan Kolonel Nadav Shoshani, menyatakan bahwa serangan udara terhadap Iran dirancang untuk berlangsung selama beberapa minggu, tergantung pada dinamika di lapangan.

Shoshani menegaskan bahwa untuk saat ini, pengiriman pasukan darat ke wilayah Iran dianggap tidak mungkin dan belum menjadi bagian dari rencana praktis militer 'Israel'.

Serangan udara gabungan AS dan 'Israel' terhadap Iran yang dimulai akhir pekan lalu dilaporkan telah menewaskan ratusan orang. Meskipun fokus utama Washington dan Tel Aviv adalah melumpuhkan kemampuan nuklir dan militer Teheran, front Lebanon kini terbuka sebagai medan tempur darat aktif yang mengancam stabilitas regional secara keseluruhan. (zarahamala/arrahmah.id)