Memuat...

'Israel' Makin Gila! Kini Giliran Amnesty International yang Dituduh Pro-Hamas

Zarah Amala
Jumat, 4 Juli 2025 / 9 Muharam 1447 11:09
'Israel' Makin Gila! Kini Giliran Amnesty International yang Dituduh Pro-Hamas
Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard (Reuters - Arsip)

GAZA (Arrahmah.id) - Pada Kamis (3/7/2025), otoritas pendudukan 'Israel' melancarkan serangan verbal terhadap Amnesty International dan menuduh organisasi HAM tersebut berpihak pada Hamas dan mengadopsi narasi kelompok perlawanan itu. Tuduhan ini muncul setelah Amnesty merilis laporan yang menyatakan bahwa ada bukti kuat 'Israel' terus menggunakan kelaparan sebagai senjata perang terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri 'Israel' menuding Amnesty telah “bergabung dengan Hamas dan mengadopsi semua propagandanya.” 'Israel' bahkan menyebut bahwa organisasi HAM tersebut lebih cocok diberi nama baru, yakni “Amnesti Hamas.”

Pemerintah 'Israel' mengklaim bahwa mereka telah “memfasilitasi masuknya lebih dari 3.000 truk bantuan ke Gaza, dan bahwa lembaga Gaza Humanitarian Foundation telah mendistribusikan lebih dari 56 juta porsi makanan langsung kepada warga sipil Palestina, bukan kepada Hamas,” demikian isi pernyataan tersebut.

Namun di balik klaim itu, sejak 27 Mei lalu, 'Israel' dan AS mulai menjalankan skema distribusi bantuan secara sepihak melalui sebuah entitas yang dikenal sebagai “Gaza Humanitarian Foundation,” tanpa pengawasan langsung dari PBB maupun organisasi kemanusiaan internasional. Titik-titik distribusi bantuan yang mereka dirikan justru berubah menjadi “perangkap maut”, hingga siang kemarin tercatat 652 warga Palestina gugur dan lebih dari 4.537 lainnya terluka, menurut pembaruan terakhir dari Kementerian Kesehatan di Gaza.

Sementara itu, Amnesty International dalam pernyataannya kemarin menyampaikan kesaksian memilukan dari tenaga medis, orang tua anak-anak yang dirawat karena malnutrisi, serta warga sipil yang mengungsi dan berjuang untuk bertahan hidup. Semua itu menunjukkan “gambaran mengerikan tentang tingkat kelaparan dan keputusasaan yang ekstrem di Gaza.”

Amnesty menegaskan bahwa kesaksian tersebut menjadi bukti tambahan atas penderitaan yang disebabkan oleh pembatasan ketat 'Israel' terhadap bantuan kemanusiaan, “sistem militer mematikan yang diterapkan terhadap distribusi bantuan, disertai dengan pengusiran massal secara paksa, pemboman tanpa henti, dan penghancuran infrastruktur dasar kehidupan.”

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnès Callamard, menyampaikan dalam laporan tersebut: “Ketika dunia sibuk memperhatikan eskalasi militer antara 'Israel' dan Iran, genosida 'Israel' terhadap rakyat Gaza terus berlangsung tanpa henti.”

Callamard menambahkan bahwa dalam sebulan sejak 'Israel' mulai memberlakukan program bantuan yang dikelola secara militer oleh Gaza Humanitarian Foundation, “ratusan warga Palestina telah terbunuh dan ribuan terluka, baik di dekat lokasi distribusi bantuan maupun saat sedang menuju konvoi bantuan.”

Sejak 2 Maret lalu, 'Israel' memperketat blokade terhadap Gaza. Hanya sebagian kecil truk bantuan yang diizinkan masuk, sementara kebutuhan minimal warga Gaza diperkirakan mencapai 500 truk setiap harinya. (zarahamala/arrahmah.id)