RAMALLAH (Arrahmah.id) -- Militer 'Israel' mengonfirmasi bahwa pasukannya melakukan penggerebekan siang hari di pusat kota Ramallah pada Selasa (26/8/2025). Serangan yang mendapatkan perlawanan warga tersebut, ditujukan menyerang lembaga keuangan, termasuk bank dan kantor penukaran uang.
Dilansir Middle East Monitor (27/8), para tentara 'Israel' merampok uang sebanyak 1,5 juta Shekel, atau setara Rp 7,3 miliar, yang disebut sebagai "dana teror".
Menurut militer, tentara dari Brigade Regional Binyamin, bersama dengan pasukan unit komando Duvdevan dan pasukan Polisi Perbatasan, menyerbu sebuah kantor penukaran mata uang yang dituduh mentransfer dana kepada anggota Hamas untuk membiayai kegiatan teror. Operasi tersebut dilakukan dengan arahan intelijen dari Komando Pusat dan Shin Bet.
Dalam penggerebekan tersebut, sembilan tersangka yang diduga terlibat dalam kegiatan teror ditangkap dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dalam operasi 'Israel' tersebut.
Militer menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas di Tepi Barat untuk membongkar jaringan keuangan kelompok teror. (hanoum/arrahmah.id)
