LONDON (Arrahmah.id) - Kedutaan Palestina di London melaporkan terjadinya serangan terhadap kantor mereka oleh sekelompok orang yang membawa bendera 'Israel' dan Union Jack, memicu permintaan agar pemerintah Inggris memberikan perlindungan segera.
Dalam pernyataan yang dirilis Rabu (3/12/2025), kedutaan mengatakan bahwa pada pukul 13.43 hari Sabtu, sekelompok orang “sebagian besar bermasker” menerobos masuk ke area properti dan melakukan vandalisme pada bagian luar gedung.
“Kami telah secara resmi meminta pihak berwenang Inggris untuk memberikan perlindungan yang segera dan menyeluruh bagi kedutaan dan staf kami dari serangan semacam ini. Kami juga meminta agar insiden ini diselidiki sepenuhnya dan para pelakunya dibawa ke pengadilan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Gambar yang dibagikan kedutaan menunjukkan sekelompok orang berkumpul di depan pintu masuk, beberapa membawa bendera 'Israel' dan satu membawa bendera Union Jack. Banyak dari mereka memakai pakaian musim dingin tebal, dengan sebagian menutup sebagian wajah mereka.
Rekaman tambahan memperlihatkan sejumlah orang merekam kejadian tersebut sambil memegang poster atau spanduk yang digulung. Foto lain menunjukkan beberapa orang mengibarkan atau mengatur posisi bendera 'Israel' di dekat pintu masuk.
Sebuah foto terakhir memperlihatkan stiker-stiker yang dirobek tersisa di lokasi, termasuk potongan bertuliskan “I HEART IDF”, ilustrasi bergaya kartun seorang perempuan seperti pahlawan super dengan simbol Bintang Daud di dadanya, serta stiker lain berbunyi “WE ARE NOT JEWS WITH TREMBLING KNEES”.
Kedutaan mengecam tindakan tersebut dan menyatakan: “Aksi kalian tidak akan menggentarkan kami. Kami akan terus memperkuat hubungan Palestina–Inggris dan membela hak serta kehidupan rakyat Palestina.”
Serangan ini menjadi insiden terbaru dari rangkaian kejadian yang menargetkan perwakilan diplomatik Palestina di Inggris. Pada akhir 2023, ketika bangunan itu masih berstatus Misi Palestina, staf melaporkan serangkaian serangan berupa vandalisme, grafiti, dan ancaman.
Saat itu, pihak Misi mendesak pemerintah Inggris untuk memenuhi kewajiban keamanan mereka sesuai norma diplomatik.
Gedung tersebut resmi naik status dari misi menjadi kedutaan pada September 2025 setelah Inggris mengakui Negara Palestina. Upacara pengibaran bendera tanggal 22 September menandai perubahan tersebut dan memberikan status diplomatik penuh berdasarkan Konvensi Wina.
The New Arab telah menghubungi Kepolisian Metropolitan untuk meminta komentar. (zarahamala/arrahmah.id)
