DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Suriah menyatakan siap bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengimplementasikan kembali Perjanjian Pelepasan 1974 dengan 'Israel'.
Dikutip dari AFP (5/7/2025), Menlu Suriah Asaad al-Shaibani usai berbincang dengan Menlu AS Marco Rubio, lewat sambungan telepon, menyampaikan Damaskus ingin bekerja sama dengan AS untuk kembali ke Perjanjian Pelepasan 1974.
Perjanjian Pelepasan 1974 atau Perjanjian 1974 mengatur soal gencatan senjata dan penarikan pasukan kedua negara dan menyepakati garis pemisahan wilayah kedua negara. Namun, 'Israel' menyatakan perjanjian ini tidak berlaku setelah rezim Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024.
Shaibani mengatakan dalam percakapan dengan Rubio, ia menerima undangan formal untuk mengunjungi Washington sesegera mungkin.
Keduanya juga membahas partisipasi Presiden sementara Suriah Ahmad asy-Syaraa dalam Sidang Umum PBB yang akan datang.
Tak hanya itu, keduanya juga membahas ancaman Iran di Suriah.
"Damaskus menyampaikan kekhawatirannya atas upaya Iran untuk ikut campur dalam urusan Suriah, khususnya setelah serangan yang baru-baru ini menargetkan Teheran," kata Shaibani terkait perang Iran dan Israel yang berlangsung selama 12 hari.
Iran sebelumnya memiliki pengaruh politik dan militer di Suriah, dan memberikan dukungan kepada rezim al Assad selama perang saudara Suriah pada 2011. (hanoum/arrahmah.id)
