Memuat...

Koalisi Internasional Umumkan Serangan Skala Besar Memburu ISIS

Hanoum
Senin, 12 Januari 2026 / 23 Rajab 1447 04:51
Koalisi Internasional Umumkan Serangan Skala Besar Memburu ISIS
Jet tempur 5-15 AS. [Foto: Angkatan Udara AS]

SURIAH (Arrahmah.id) -- Koalisi iternasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengumumkan melakukan serangan skala besar terhadap kelompok militan Islamic state (ISIS) di Suriah, sebagai respons atas kematian tiga warga AS pada Desember 2025.

Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengawasi pasukan militer AS di wilayah Suriah mengatakan, seperti dilansir CNN (11/1/2026), bahwa beberapa serangan menargetkan ISIS di seluruh Suriah. Namun unggahan CENTCOM di media sosial tidak memberikan secara spesifik soal lokasi serangan tersebut.

AFP menyebut, video buram dari udara yang menyertai unggahan itu menunjukkan sejumlah ledakan terpisah yang tampaknya berada di kawasan pedesaan.

Serangan ini menjadi bagian dari Operasi Hawkeye Strike yang diluncurkan sebagai respons langsung terhadap serangan ISIS yang mematikan terhadap pasukan AS dan Suriah di Palmyra, seperti disebut CENTCOM.

Dua tentara AS dan seorang penerjemah AS tewas pada 13 Desember setelah seorang penembak tunggal, yang diklaim Washington sebagai militan ISIS, menyerang mereka di Palmyra yang dikuasai kelompok tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Suriah kemudian mengatakan bahwa penembak itu adalah anggota pasukan keamanan yang akan dipecat karena ekstremisme.

"Kami tidak akan pernah lupa, dan tidak akan pernah menyerah," kata Menteri Perang/Pertahanan AS Pete Hegseth dalam unggahan di media sosial menanggapi pernyataan CENTCOM.

AS dan Yordania melakukan serangkaian serangan pada bulan lalu sebagai tindak lanjut atas kejadian di Palmyra. CENTCOM mengatakan saat itu ada lebih dari 70 target yang mereka hantam.

Personel AS yang menjadi sasaran di Palmyra mendukung Operasi Inherent Resolve, upaya internasional untuk memerangi ISIS.

Presiden AS Donald Trump marah besar atas tewasnya dua tentara dan satu warga sipil imbas serangan di Suriah. Trump menuduh ketiga warga negara AS itu tewas dalam serangan yang dilancarkan ISIS.

"Kami berduka karena kehilangan tiga patriot Amerika yang hebat di Suriah, dua tentara dan satu penerjemah sipil. Demikian pula, kami berdoa untuk tiga tentara yang terluka yang baru saja dikonfirmasi sudah dalam keadaan baik," tulis Trump di Truth Social, tepat setelah serangan di Suriah.

"Ini adalah serangan ISIS terhadap AS dan Suriah, di wilayah Suriah yang sangat berbahaya, yang tidak sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa sangat marah dan terganggu oleh serangan ini. Akan ada pembalasan yang sangat serius!" tegasnya.

Sebelunya ISIS pernah mendirikan kembali kekhilafahan dengan merebut sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada 2014. Namun akhirnya dikalahkan secara teritorial di negara tersebut lima tahun kemudian oleh Koalisi Internasional. Akan tetapi, hingga kini, para pejuangnya masih mempertahankan keberadaan mereka, terutama di kawasan gurun. (hanoum/arrahmah.id)