JAKARTA (Arrahmah.id) - Konferensi internasional bertajuk “Asia Pacific Dialogue for Palestine” akan digelar di Gedung MPR/DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Sabtu (8 November 2025).
Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta dari berbagai negara kawasan Asia dan Pasifik dengan semangat utama memperkuat solidaritas dan dukungan kemanusiaan untuk Palestina.
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bunyan Saptomo, menegaskan bahwa seluruh peserta datang dengan biaya sendiri, tanpa dukungan pendanaan dari panitia.
Hal ini, kata Bunyan, menjadi simbol kuat komitmen perjuangan dan solidaritas lintas negara terhadap rakyat Palestina.
“Konferensi ini kita adakan atas dasar perjuangan. Jadi kita mengundang dari Asia Pasifik itu dengan biaya sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Bunyan menjelaskan, undangan kepada negara-negara peserta sudah disertai pemberitahuan bahwa panitia tidak menanggung tiket maupun penginapan.
Panitia hanya menyediakan fasilitas penjemputan dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
“Dalam surat kita sampaikan, kita tidak menanggung tiket, tidak menanggung hotel, silakan datang. Kita hanya akan fasilitasi penjemputan dan makan kalau ada,” katanya.
Meski tanpa dukungan logistik dari panitia, antusiasme negara-negara peserta sangat tinggi.
Dari 32 undangan yang dikirim, sebanyak 19 negara telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea, Filipina, Singapura, dan Sri Lanka.
“Negara-negara dengan minoritas Muslim juga masih semangat berjuang untuk Palestina,” ujar Bunyan.
Ia menambahkan, negara-negara mayoritas Muslim seperti Malaysia dan Maladewa juga akan mengirim sejumlah delegasi sebagai bentuk dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang HLNKI, Sudarnoto Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa salah satu topik utama dalam dialog tersebut adalah pembentukan dana abadi bersama antarnegara Asia Pasifik.
Dana ini diharapkan menjadi sumber dukungan permanen bagi rekonstruksi Gaza setelah konflik berkepanjangan.
“Nanti ada topik yaitu gagasan tentang dana abadi bersama wilayah Asia Pasifik. Kalau ini kita perlu berjuang supaya gagasan ini bisa diterima dan tentu nanti ada tindak lanjutnya,” jelas Sudarnoto.
Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai tuan rumah memiliki peran penting dalam menjadi penggerak utama kerja sama kemanusiaan antarnegara.
Menurutnya, membela Palestina bukan hanya kewajiban politik, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemerdekaan dan keadilan.
“Perjuangan membela Palestina adalah tanggung jawab moral kita semua,” tegasnya.
(ameera/arrahmah.id)
