Memuat...

Laporan Ungkap Jaringan Pendanaan Global yang Mendukung Ekspansi Permukiman 'Israel' di Tepi Barat

Zarah Amala
Sabtu, 22 November 2025 / 2 Jumadilakhir 1447 11:15
Laporan Ungkap Jaringan Pendanaan Global yang Mendukung Ekspansi Permukiman 'Israel' di Tepi Barat
Laporan tersebut mengungkap jaringan pendanaan besar di balik kelanjutan dan perluasan proyek permukiman 'Israel' di Tepi Barat dan Yerusalem (Eropa).

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Sebuah laporan investigatif terbaru mengungkap jaringan pendanaan rumit, baik dari dalam maupun luar negeri, yang menopang keberlanjutan dan perluasan proyek permukiman 'Israel' di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, meski aktivitas tersebut dianggap ilegal oleh komunitas internasional dan dipandang sebagai hambatan utama bagi solusi dua negara.

Menurut temuan laporan, pendanaan eksternal menjadi faktor kunci dalam memperkuat keberadaan permukiman, membangun unit perumahan baru, memindahkan lebih banyak pemukim 'Israel', serta mendukung institusi pendidikan agama garis keras. Sebagian dana juga mengalir untuk membantu keluarga pemukim yang terlibat dalam serangan terhadap warga Palestina.

Dalam pembaruan basis data pada 26 September 2025, Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mencatat 158 perusahaan yang beroperasi di permukiman 'Israel'. Dari jumlah itu, 138 berasal dari 'Israel', sementara 20 lainnya berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Luksemburg, Belanda, Cina, dan Kanada.

Di antara perusahaan asing yang masuk daftar terdapat nama-nama besar seperti Airbnb, Booking Holdings, Expedia Group, Motorola Solutions, Re/Max, dan TripAdvisor. Empat perusahaan konstruksi asal Spanyol serta perusahaan teknik dari Prancis dan Inggris juga tercatat memiliki aktivitas langsung dalam proyek-proyek permukiman.

PBB menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut berkontribusi pada pembangunan, infrastruktur, pariwisata, hingga teknologi yang secara langsung mendukung struktur pendudukan di wilayah Palestina.

Laporan Human Rights Watch 2018 menyebut tujuh bank terbesar 'Israel' menyediakan layanan finansial yang memungkinkan pembangunan dan perluasan permukiman, termasuk penyediaan kredit, kemitraan proyek, dan fasilitas keuangan bagi pemukim.

Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) juga mencatat adanya keterlibatan empat bank dan satu perusahaan asuransi Prancis melalui kemitraan dengan bank-bank 'Israel' yang beroperasi di permukiman.

Donasi dari Amerika Serikat Mendominasi

Media 'Israel' melaporkan bahwa organisasi sayap kanan 'Israel' menerima ratusan juta dolar dari donor Yahudi di Amerika Serikat, banyak di antaranya bebas pajak. Haaretz pada 2015 mencatat bahwa lebih dari 50 organisasi AS mengirim dana lebih dari 220 juta dolar antara 2009 dan 2013.

Dana tersebut digunakan untuk proyek permukiman, pendidikan agama, hingga dukungan kepada keluarga pemukim yang terlibat dalam pembunuhan warga Palestina. Beberapa organisasi yang paling banyak menyalurkan dana termasuk Central Fund of Israel, Hebron Fund, Keren Hayesod, dan Jewish Agency.

Selain dari AS, sejumlah individu kaya dari negara lain juga diketahui menyumbang. Miliarder Rusia-'Israel' Roman Abramovich tercatat memberikan jutaan dolar kepada organisasi permukiman seperti "Yesha" dan "Elad."

Organisasi Elad yang aktif di Yerusalem dilaporkan menerima sekitar 125 juta dolar antara 2006–2013, sebagian besar berasal dari rekening luar negeri di Bahamas, Kepulauan Virgin, dan Seychelles. Pada 2022, organisasi ini mendapat tambahan 28 juta shekel dari pemerintah 'Israel' untuk program di kawasan Silwan.

Secara keseluruhan, Haaretz mencatat sekitar 40 organisasi menyumbang hampir 200 juta dolar untuk permukiman antara 2000 dan 2010.

Channel 10 Israel pada 2016 memperingatkan bahwa ketegangan antara pemerintah 'Israel' dan komunitas Yahudi Reformis dapat mengurangi aliran dana dari AS. Stasiun itu meminta kelompok kanan 'Israel' menghindari konfrontasi untuk memastikan dukungan finansial tidak menurun.

Laporan Haaretz 2015 juga menyebut sejumlah donasi dari AS mengalir kepada individu dan kelompok ekstremis yang terlibat dalam serangan terhadap warga Palestina, termasuk organisasi “Bat Ayin” dan pelaku penyerangan fatal pada 1990.

Menurut laporan organisasi HAM 'Israel' B’Tselem pada Mei 2025, jumlah pemukim 'Israel' di Tepi Barat mencapai lebih dari 730.000 orang, meningkat 8% dibanding pada 2024. (zarahamala/arrahmah.id)