Memuat...

Laporan Ungkap Lima Pangkalan 'Israel' Diserang 36 Kali oleh Iran, 'Israel' Tutupi Data

Zarah Amala
Senin, 7 Juli 2025 / 12 Muharam 1447 11:00
Laporan Ungkap Lima Pangkalan 'Israel' Diserang 36 Kali oleh Iran, 'Israel' Tutupi Data
Institut Weizmann dihancurkan oleh serangan Iran. (Desain: Palestine Chronicle, melalui media sosial)

TEHERAN (Arrahmah.net) – Enam rudal Iran dilaporkan menghantam lima instalasi militer utama 'Israel' selama konflik 12 hari, menurut laporan The Telegraph yang mengutip data radar satelit dari peneliti di Oregon State University, Amerika Serikat.

Meskipun lokasi yang diserang mencakup pangkalan udara, pusat intelijen, dan pusat logistik militer, pemerintah 'Israel' tidak mengakui serangan tersebut. Media domestik juga tidak memberitakan secara rinci akibat sensor ketat yang diberlakukan oleh militer.

Data yang digunakan untuk analisis tidak dirilis secara publik karena pembatasan sensor, namun dibagikan kepada The Telegraph oleh akademisi AS yang mengkhususkan diri dalam deteksi kerusakan di zona perang melalui citra radar satelit.

Selain situs militer, laporan menyebutkan bahwa total ada 36 serangan Iran yang berhasil menembus sistem pertahanan udara 'Israel', menghantam infrastruktur sipil dan industri, termasuk instalasi minyak dan listrik, Institut Weizmann, dan Pusat Medis Universitas Soroka. Tujuh wilayah permukiman padat juga terdampak, menyebabkan lebih dari 15.000 warga mengungsi.

Salah satu serangan dilaporkan memicu kebakaran besar di kota Haifa, berdasarkan gambar yang beredar di media sosial. Meski demikian, otoritas 'Israel' hanya melaporkan 28 korban jiwa secara nasional.

Laporan The Telegraph menyebut bahwa jumlah rudal yang berhasil lolos dari pertahanan udara meningkat selama delapan hari pertama konflik. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kombinasi penghematan rudal pencegat oleh 'Israel', peningkatan strategi peluncuran Iran, serta penggunaan rudal yang lebih canggih.

Selama perang, 'Israel' mengaktifkan sistem pertahanan udara berlapis, termasuk sistem THAAD buatan AS dan peluncur rudal berbasis kapal laut. Namun, jurnalis Channel 13 'Israel' Raviv Drucker mengatakan banyak serangan Iran terhadap lokasi strategis masih belum diberitakan.

“Orang-orang tidak menyadari seberapa tepat serangan Iran dan seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan di banyak tempat,” kata Drucker.

Corey Sher, peneliti dari Oregon State University, menyatakan bahwa timnya tengah menyiapkan laporan kerusakan yang lebih komprehensif untuk kedua pihak dan akan merilisnya dalam dua pekan ke depan.

Iran diketahui menggunakan taktik gabungan peluncuran drone dan rudal secara bersamaan untuk mengacaukan sistem pertahanan 'Israel'. Negara tersebut juga merilis rekaman serangan yang menunjukkan rudal mereka berhasil menembus pertahanan 'Israel'.

Wakil Komandan Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Ali Fazli, menyatakan bahwa militer Iran kini berada pada “posisi pertahanan terbaik” sejak Revolusi Islam 1979. Meskipun Israel melancarkan serangan terhadap pimpinan militer dan fasilitas nuklir Iran, sebagian besar arsenal rudal Iran diklaim tetap utuh. (zarahamala/arrahmah.net)