Memuat...

Markas UNIFIL di Lebanon Diserang 'Israel', Pasukan Perdamaian Terluka

Hanoum
Sabtu, 7 Maret 2026 / 18 Ramadan 1447 07:39
Markas UNIFIL di Lebanon Diserang 'Israel', Pasukan Perdamaian Terluka
Pasukan perdamaian UNIFIL di perbatasan Israel-Lebanon. [Foto: Turkiye Today]

LEBANON (Arrahmah.id) -- Markas pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon dilaporkan terkena serangan 'Israel' di tengah meningkatnya konflik antara 'Israel' dan milisi Syiah Hizbullah. Insiden tersebut menyebabkan beberapa personel pasukan perdamaian terluka dan memicu kecaman dari berbagai pihak internasional.

Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menyatakan, seperti dilansir The Times of Israel (7/3/2026), sedikitnya tiga personel pengamat mereka terluka setelah sebuah posisi militer PBB di Lebanon selatan terkena serangan pada Jumat (6/3). Serangan tersebut terjadi di sebuah pangkalan UNIFIL di wilayah barat daya Lebanon, di tengah intensitas pertempuran antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang terus meningkat.

Beberapa laporan menyebut pasukan penjaga perdamaian yang terluka berasal dari kontingen Ghana yang bertugas di markas tersebut. Mereka segera mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan milik PBB sebelum direncanakan dipindahkan ke rumah sakit rujukan UNIFIL untuk penanganan lebih lanjut.

Presiden Lebanon menuduh 'Israel' berada di balik serangan tersebut. Ia menyatakan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mandat Dewan Keamanan PBB. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengutuk keras insiden itu dan menyebut serangan terhadap pasukan perdamaian sebagai tindakan “tidak dapat diterima”.

UNIFIL sendiri menegaskan bahwa menyerang posisi pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat Dewan Keamanan PBB merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. PBB menyatakan insiden tersebut sedang diselidiki untuk mengetahui secara pasti penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

Serangan terhadap markas UNIFIL terjadi di tengah eskalasi konflik yang semakin luas di kawasan Timur Tengah. Pertempuran antara 'Israel' dan Hizbullah di perbatasan Lebanon dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, dengan saling serang roket dan serangan udara yang memicu korban jiwa serta pengungsian warga sipil di berbagai wilayah Lebanon selatan.

PBB dan sejumlah negara menyerukan agar semua pihak menghormati mandat pasukan penjaga perdamaian dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperluas konflik di kawasan tersebut. (hanoum/arrahmah.id)