Memuat...

Mengejutkan! Tahanan Palestina Diperkosa Berkali-kali oleh Anjing Militer 'Israel'

Hanoum
Kamis, 13 November 2025 / 23 Jumadilawal 1447 06:03
Mengejutkan! Tahanan Palestina Diperkosa Berkali-kali oleh Anjing Militer 'Israel'
Foto bocor sebuah penjara di fasilitas Sde Teiman. [Foto: CNN]

GAZA (Arrahmah.id) -- Organisasi hak asasi manusia Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) merilis laporan mengejutkan yang menuduh 'Israel' melakukan praktik penyiksaan seksual secara sistematis terhadap tahanan asal Gaza. Temuan itu didasarkan pada wawancara dengan sejumlah pria dan perempuan yang telah dibebaskan dari penahanan Israel.

Para mantan tahanan menggambarkan tindakan pemerkosaan, penelanjangan paksa, perekaman video pelecehan, penyiksaan menggunakan benda tajam dan anjing hingga penghinaan psikologis.

Dilansir Middle East Eye (12/11/2025), seorang ayah berusia 35 tahun yang ditangkap di Rumah Sakit Al Shifa pada Maret 2024. Ia mengaku diserang secara seksual oleh seekor anjing di kamp militer Sde Teiman setelah berminggu-minggu mengalami penghinaan dan penyiksaan.

"Anjing itu melakukannya dengan sengaja, tahu persis apa yang dilakukannya, dan memasukkan penisnya ke dalam anus saya," katanya. Akibat serangan itu, ia mengalami luka serius dan patah tulang.

Selain itu, PCHR juga mewawancarai seorang pria berusia 41 tahun yang ditahan di Rumah Sakit Kamal Adwan pada akhir 2023. Ia mengaku mengalami 22 bulan penyiksaan seksual, termasuk diperkosa dengan tongkat kayu.

"Karena penderitaan yang luar biasa, saya kehilangan kesadaran selama beberapa menit," katanya.

M.A., berusia 18 tahun, yang ditangkap oleh pasukan 'Israel' di dekat pusat distribusi bantuan Yayasan Kemanusiaan Gaza di Jalur Gaza mengatakan ia mengalami kekerasan seksual. dia menyebutkan bahwa tentara memerintahkannya dan enam tahanan lainnya untuk berlutut.

“Dan mereka memperkosa kami dengan memasukkan botol ke dalam anus,” bebernya.

Tidak hanya tahanan pria, tahanan wanita Palestina pun menjadi ajang pemerkosaan massal. Seorang ibu berusia 42 tahun yang ditahan di pos pemeriksaan Gaza utara pada November 2024 mengatakan kepada PCHR bahwa ia mengalami pemerkosaan berulang dan kekerasan fisik selama berhari-hari.

“Saat fajar, saya mendengar tentara berteriak, mengatakan bahwa salat subuh dilarang, dan saya rasa itu adalah hari keempat setelah penangkapan saya dari Gaza,” kata wanita itu dikutip dari Anadolu.

“Mereka memerintahkan saya untuk menanggalkan pakaian saya. Saya pun melakukannya. Mereka menempatkan saya di atas meja logam, menekan dada dan kepala saya ke meja itu, memborgol tangan saya ke ujung tempat tidur, dan menarik kaki saya dengan paksa… seorang pria memperkosa saya. Saya mulai berteriak, dan mereka memukuli punggung dan kepala saya dengan mata tertutup,” tambahnya.

“Saya tak bisa menggambarkan apa yang saya rasakan; saya menginginkan kematian setiap saat. Setelah mereka memperkosa saya, saya ditinggalkan sendirian di ruangan yang sama, tangan masih terborgol ke tempat tidur dan tanpa pakaian selama berjam-jam,” ungkapnya.

Berbicara tentang penyiksaan yang paling merendahkan, ia berkata: “Saya dibiarkan telanjang sepanjang hari di ruangan itu, di mana saya menghabiskan tiga hari.”

“Pada hari ketiga, saya tetap tanpa pakaian sementara mereka melihat saya melalui celah pintu dan merekam saya. Seorang tentara mengatakan mereka akan mengunggah foto-foto saya di media sosial. Saat saya berada di ruangan itu, menstruasi saya mulai; lalu mereka menyuruh saya mengenakan pakaian dan memindahkan saya ke ruangan lain,” ujarnya. (hanoum/arrahmah.id)