TEHERAN (Arrahmah.id) -- Kemunculan mendadak Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menjadi sorotan setelah ia dilaporkan mengirim surat kepada pemimpin Irak, di tengah misteri keberadaannya yang belum pernah tampil di publik sejak menjabat.
Surat tersebut dilaporkan berisi pesan apresiasi kepada pemerintah, ulama, dan rakyat Irak atas dukungan mereka terhadap Iran dalam menghadapi konflik dengan Amerika Serikat dan 'Israel'. Namun, isi lengkap surat tersebut tidak diungkap ke publik, memicu spekulasi luas mengenai pesan politik yang sebenarnya ingin disampaikan Teheran.
Dilansir The times of India (30/3/2026), pesan itu disampaikan secara tertulis melalui perwakilan Iran, bukan langsung oleh Mojtaba Khamenei sendiri. Dalam pesan tersebut, ia menekankan pentingnya solidaritas regional dan memuji sikap Irak yang dinilai tegas mendukung Iran dalam situasi konflik.
Kemunculan pesan ini menjadi perhatian karena Mojtaba Khamenei diketahui belum pernah tampil secara terbuka sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada awal 2026. Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai kesehatan dan stabilitas kepemimpinannya.
Sejumlah laporan bahkan menyebut bahwa seluruh komunikasi resmi dari Khamenei sejauh ini hanya disampaikan dalam bentuk teks tertulis atau melalui perantara, bukan secara langsung, sehingga menambah ketidakpastian di dalam struktur kekuasaan Iran.
Di tengah eskalasi konflik kawasan, langkah mengirim surat ke Irak dinilai sebagai upaya Iran memperkuat dukungan regional, terutama dari kelompok dan aktor politik di negara tersebut yang memiliki kedekatan ideologis dan militer dengan Teheran.
Analis menilai, meski tampak sebagai pesan diplomatik biasa, komunikasi ini menunjukkan bahwa Iran tetap berupaya menjaga pengaruhnya di Irak, sekaligus mengonsolidasikan aliansi di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak stabil. (hanoum/arrahmah.id)
