Memuat...

Trump Ancam Hancurkan Pulau Kharg Jika Iran Tak Akhiri Perang

Hanoum
Selasa, 31 Maret 2026 / 12 Syawal 1447 04:18
Trump Ancam Hancurkan Pulau Kharg Jika Iran Tak Akhiri Perang
Foto ilustrasi. [Foto: Majalah Prosekutor]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan siap menghancurkan Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama negara tersebut—jika Teheran tidak segera menyepakati penghentian perang.

Dilansir The New York Post (30/3/2026), ancaman itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki opsi untuk “menghancurkan sepenuhnya” infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik, ladang minyak, hingga Pulau Kharg, apabila kesepakatan damai tidak tercapai dalam waktu dekat.

Pulau Kharg sendiri merupakan aset strategis Iran yang menangani sebagian besar ekspor minyak negara tersebut. Dalam berbagai laporan, Trump bahkan menyebut kemungkinan untuk mengambil alih pulau tersebut sebagai bagian dari strategi menekan Iran secara ekonomi dan militer.

Pernyataan ini juga sejalan dengan sikap Trump yang sebelumnya menyebut Amerika Serikat dapat memperluas serangan terhadap infrastruktur vital Iran jika negosiasi gagal. Ia menuntut Iran segera membuka jalur strategis seperti Selat Hormuz dan menghentikan operasi militernya, atau menghadapi konsekuensi militer yang lebih besar.

Sejumlah analis menilai ancaman terhadap Pulau Kharg sangat signifikan karena dampaknya tidak hanya bagi Iran, tetapi juga terhadap pasar energi global. Gangguan terhadap fasilitas tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia serta memperluas konflik menjadi krisis regional yang lebih besar.

Di sisi lain, ancaman Trump menuai kritik internasional. Beberapa pihak menilai rencana penghancuran infrastruktur energi dan sipil berpotensi melanggar hukum humaniter internasional, sekaligus meningkatkan risiko konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa Iran akan menerima tuntutan tersebut, sementara ketegangan terus meningkat dengan aksi saling serang di berbagai titik kawasan Teluk. (hanoum/arrahmah.id)