Memuat...

Serangan "Israel" di Lebanon Selatan: 1 Prajurit TNI Gugur, 3 Lainnya Terluka dalam Misi Perdamaian PBB

Ameera
Senin, 30 Maret 2026 / 11 Syawal 1447 22:13
Serangan "Israel" di Lebanon Selatan: 1 Prajurit TNI Gugur, 3 Lainnya Terluka dalam Misi Perdamaian PBB
Serangan "Israel" di Lebanon Selatan: 1 Prajurit TNI Gugur, 3 Lainnya Terluka dalam Misi Perdamaian PBB

JAKARTA (Arrahmah.id) - Empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) dilaporkan menjadi korban dalam serangan yang terjadi di Lebanon Selatan, Ahad (29/3/2026).

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah penugasan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Berdasarkan keterangan resmi dari Markas Besar TNI, satu prajurit dinyatakan gugur, yakni Praka Farizal Rhomadhon. Sementara itu, tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat berbeda.

Mereka adalah Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa seluruh korban merupakan bagian dari Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1, yang berada di bawah Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S dalam misi UNIFIL.

Untuk penanganan medis, dua prajurit dengan luka ringan saat ini dirawat di fasilitas kesehatan dasar milik PBB, yakni Hospital Level I UNIFIL.

Sementara itu, prajurit yang mengalami luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St George guna mendapatkan perawatan lanjutan.

Adapun jenazah prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di markas sektor timur (East Sector Headquarters) UNIFIL.

Proses administrasi pemulangan ke Indonesia tengah dilakukan dengan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut.

TNI menyatakan bahwa insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon, yang ditandai dengan saling serang artileri antara pihak-pihak yang berkonflik.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan serangan tersebut, dan investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL.

Sebagai langkah antisipasi, TNI telah meningkatkan kewaspadaan seluruh personel sesuai prosedur operasional standar yang berlaku dalam misi perdamaian PBB.

TNI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas menjaga perdamaian dunia secara profesional, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit di wilayah penugasan.

(ameera/arrahmah.id)