Memuat...

Mujahid Konfirmasi Berakhirnya Perundingan Afghanistan-Pakistan di Istanbul

Hanin Mazaya
Jumat, 31 Oktober 2025 / 10 Jumadilawal 1447 14:56
Mujahid Konfirmasi Berakhirnya Perundingan Afghanistan-Pakistan di Istanbul
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa negosiasi dengan Pakistan yang diadakan di Turki telah selesai.

Dalam pernyataan tersebut, Mujahid menekankan posisi Imarah Islam yang konsisten dan berprinsip dalam menyelesaikan perselisihan melalui diplomasi dan saling pengertian. Ia menyatakan bahwa perundingan Istanbul berakhir dengan kesepakatan bahwa kedua belah pihak akan bertemu kembali untuk membahas dan meninjau kembali isu-isu yang tersisa, lansir Tolo News (31/10/2025).

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Turki dan Qatar atas mediasi dan fasilitasi perundingan tersebut, dan menyoroti poin-poin berikut:

Imarah Islam Afghanistan selalu percaya pada diplomasi dan dialog. Oleh karena itu, Imarah Islam Afghanistan memulai proses negosiasi dengan tulus dan serius dengan menunjuk tim yang komprehensif dan profesional, dan telah mengikuti proses tersebut dengan kerja sama dan kesabaran penuh hingga saat ini.

Sebagaimana Imarah Islam menginginkan hubungan baik dengan negara-negara tetangga lainnya, Imarah Islam juga menginginkan hubungan positif dengan Pakistan—hubungan yang didasarkan pada rasa saling menghormati, tidak mencampuri urusan internal masing-masing pihak, dan komitmen untuk tidak menimbulkan ancaman bagi kedua belah pihak.

Negosiasi Istanbul, yang kompleks, berakhir dengan kesepakatan bahwa kedua belah pihak akan bertemu kembali untuk membahas masalah-masalah yang belum terselesaikan.

Menyusul meningkatnya ketegangan antara Kabul dan Islamabad akibat pelanggaran wilayah udara dan teritorial Afghanistan oleh Pakistan, kesepakatan gencatan senjata antara kedua belah pihak dicapai di Doha pada 18-19 Oktober melalui mediasi Qatar dan Turki.

Selanjutnya, putaran kedua perundingan diadakan pada 25-30 Oktober di Istanbul, dengan tujuan memperkuat perjanjian gencatan senjata antara Afghanistan dan Pakistan.

Namun, Kementerian Luar Negeri Qatar telah mengumumkan bahwa, untuk membentuk mekanisme eksekutif tambahan antara kedua belah pihak, sebuah pertemuan tingkat tinggi dijadwalkan akan berlangsung pada 6 November di Istanbul.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian menambahkan bahwa selama perundingan Kabul-Islamabad, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk mekanisme pemantauan dan verifikasi guna memastikan perdamaian tetap terjaga, dan untuk menjatuhkan sanksi kepada pihak mana pun yang terbukti melanggar.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Kabul dan Islamabad menyusul serangan udara dan darat Pakistan di provinsi Kabul dan Paktika di Afghanistan.

Menanggapi serangan ini, Kementerian Pertahanan Imarah Islam Afghanistan melancarkan operasi balasan yang menargetkan posisi-posisi di seberang Garis Durand.

Sementara itu, beberapa analis berpendapat bahwa meningkatnya ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan tidak menguntungkan kedua belah pihak dan telah menyerukan penyelesaian sengketa melalui dialog. (haninmazaya/arrahmah.id)