Memuat...

Nanik S. Deyang Menangis, Minta Maaf Atas Kasus Keracunan MBG

Ameera
Jumat, 26 September 2025 / 5 Rabiulakhir 1447 17:19
Nanik S. Deyang Menangis, Minta Maaf Atas Kasus Keracunan MBG
Nanik S. Deyang Menangis, Minta Maaf Atas Kasus Keracunan MBG

JAKARTA (Arrahmah.id) – Air mata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik & Investigasi, Nanik S. Deyang, pecah saat menyampaikan permintaan maaf terkait kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Dengan suara terbata, Nanik meminta maaf atas nama institusi BGN maupun seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.

“Lalu yang paling penting dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf,” kata Nanik sambil menangis di Kantor BGN, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Nanik mengaku hatinya hancur setelah melihat video anak-anak korban keracunan yang harus digotong ke puskesmas. Ia menegaskan, program MBG sejak awal diluncurkan dengan niat mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak agar tumbuh sehat menjadi generasi emas bangsa.

“Saya seorang ibu. Melihat gambar-gambar di video, sedih hati saya. Kenapa? Kalau anak saya panas saja, saya sudah stres bukan main. Apalagi ini melihat anak-anak sampai digotong ke puskesmas, ke posko,” ucapnya penuh emosi.

Lebih lanjut, Nanik menegaskan bahwa BGN akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Menurutnya, satu anak sakit saja sudah menjadi tanggung jawab institusinya. Karena itu, perbaikan total akan dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, adalah kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total,” ujarnya.

Nanik mengungkapkan, sekitar 80 persen kasus keracunan terjadi akibat standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dipatuhi oleh mitra maupun tim internal. Ia juga mengakui lemahnya pengawasan dari pihak BGN.

“Seperti itu, tentu kalau tim kita ini di SPPG ada kepala SPPG, ada ahli gizi, dan juga ada akuntan. Tetapi tentu kesalahan yang tidak bisa kita menimpakan pada mereka, tetapi kesalahan terbesar adalah pada kami, di mana kami berarti masih kurang lagi pengawasannya. Jadi ya sudahlah pokoknya kami mengaku salah,” tutur Nanik.

(ameera/arrahmah.id)