TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' melanjutkan operasi militernya di sejumlah wilayah Tepi Barat hingga Selasa malam (2/12/2025), sepekan setelah melancarkan kampanye intensif yang mencakup pengepungan, serangan udara, dan penggerebekan bersenjata.
Sejak Selasa pagi (2/12/), militer 'Israel' memperketat blokade di wilayah Ramallah, menutup jalan utama serta pos pemeriksaan di bagian utara dan barat kota itu. Ribuan warga Palestina dilaporkan menumpuk di perlintasan yang menghubungkan Ramallah dengan desa-desa sekitarnya.
Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan 'Israel' menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk mencegah warga mendekati pos pemeriksaan Atara dan Ain Sinya. Pengetatan keamanan ini terjadi menyusul eksekusi seorang pemuda Palestina di area Ain Atara, yang oleh 'Israel' dituduh melakukan penusukan terhadap dua tentaranya.
Di Yerusalem Timur, otoritas setempat melaporkan dua pemuda Palestina terluka akibat tembakan pasukan 'Israel' di dekat tembok pemisah di bagian utara kota.
Di wilayah utara Tepi Barat, helikopter tempur Apache buatan AS melepaskan tembakan senapan berat ke beberapa lokasi di kota Tubas dan kota kecil Qabatiya. Menurut laporan media lokal, suara serangan helikopter terdengar berulang kali sepanjang malam.
Kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa helikopter Apache menembakkan peluru tajam ke area Jabal al-Zakarneh di Qabatiya, yang merupakan kawasan terbuka dan tidak berpenghuni.
Tubas telah mengalami eskalasi militer selama lebih dari seminggu, mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur umum dan rumah warga, serta menyebabkan ratusan orang terluka dan puluhan lainnya ditangkap.
Pada Selasa siang (2/12), 'Israel' juga memberlakukan jam malam penuh di Qabatiya hingga waktu yang tidak ditentukan, menurut pernyataan pemerintah kota.
Di saat bersamaan, pasukan 'Israel' menangkap seorang pemuda bernama Hassan Ayyed Bakr Mansour dalam operasi penyergapan oleh unit khusus “musta’ribin” di distrik Beit Biblus, Nablus. Pasukan menyergap kawasan itu, mengepung bangunan, dan menangkapnya.
Sebelumnya pada hari yang sama, militer 'Israel' meledakkan apartemen milik seorang tahanan Palestina di bagian barat Nablus setelah memaksa warga di sekitar lokasi untuk mengosongkan area.
Pasukan 'Israel' mengerahkan tambahan unit militer dari pos pemeriksaan Deir Sharaf, menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk menutupi operasi penarikan pasukan khusus. Tidak dilaporkan adanya korban luka.
Dalam insiden terpisah, pasukan 'Israel' membakar sebuah rumah di lingkungan al-Hadaf dekat kamp pengungsi Jenin. Selama beberapa hari terakhir, pasukan 'Israel' telah meledakkan sekitar 24 bangunan, rumah, dan fasilitas infrastruktur di kamp tersebut sebagai bagian dari operasi penghancuran yang dimulai akhir pekan lalu.
Rentetan serangan ini berlangsung di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak dimulainya perang besar di Gaza pada 8 Oktober 2023. Berdasarkan data resmi, sedikitnya 1.087 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat, sekitar 11.000 lainnya terluka, dan lebih dari 21.000 ditangkap oleh pasukan 'Israel' sejak awal eskalasi. (zarahamala/arrahmah.id)
