Memuat...

Pakar Militer: Rencana 'Israel' di Gaza Akan Dibayar Mahal, Abu Ubaida Janjikan Balasan Darah

Zarah Amala
Sabtu, 30 Agustus 2025 / 7 Rabiulawal 1447 10:30
Pakar Militer: Rencana 'Israel' di Gaza Akan Dibayar Mahal, Abu Ubaida Janjikan Balasan Darah
Foto: tangkapan video

GAZA (Arrahmah.id) - Pakar militer dan strategi, Brigadir Jenderal Elias Hanna, mengatakan bahwa Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, pada Jumat (29/8/2025) menyampaikan pesan-pesan militer sekaligus pesan peringatan kepada pendudukan 'Israel'.

Menurut Hanna, pesan Abu Ubaida yang datang di saat yang tepat itu bertujuan mengguncang situasi internal 'Israel'. Dalam serangkaian unggahan di Telegram, Abu Ubaida menegaskan bahwa para tawanan 'Israel' berada di Kota Gaza, “dan mereka akan tetap bersama para pejuang kami di medan tempur, hidup dalam kondisi yang sama penuh risiko dan kesulitan.”

Abu Ubaida juga memperingatkan bahwa rencana 'Israel' untuk menduduki Gaza “akan dibayar mahal dengan darah tentaranya, dan akan semakin memperbesar peluang penawanan tentara-tentara baru, dengan izin Allah.” Ia menegaskan bahwa para pejuang “berada dalam keadaan siaga penuh, bersemangat tinggi, dan siap memberikan contoh luar biasa dalam keberanian dan pengorbanan, serta akan mengajarkan pelajaran pahit kepada para penjajah, dengan pertolongan Allah.”

Dalam analisisnya tentang situasi militer di Gaza, Hanna menjelaskan bahwa pasukan pendudukan berusaha mempersempit ruang gerak perlawanan dan memisahkannya dari basis dukungan. Namun, menurutnya, pertempuran di area yang lebih kecil justru memberi keuntungan bagi perlawanan, merujuk pada kondisi di Kota Gaza yang kini menjadi sasaran serangan 'Israel'.

Selain faktor medan yang lebih kecil, Hanna menambahkan bahwa perlawanan juga unggul dalam kepadatan jumlah pejuang. “Misalnya, di Batalion Hayy al-Zaytoun saja terdapat sekitar 400 pejuang,” katanya.

Soal senjata, Hanna menyoroti penggunaan rudal antitank Kornet oleh perlawanan. “Itu sesuatu yang baru di Gaza. Senjata ini berbeda dengan RPG atau Yasin 105, dan lebih efektif digunakan pada jarak jauh,” ujarnya.

Sebelumnya, Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa para pejuangnya bersama-sama dengan Saraya al-Quds, sayap militer Jihad Islam, berhasil menargetkan kendaraan lapis baja 'Israel' jenis Eitan dengan rudal berpemandu Kornet, Selasa lalu (26/8), dan menghantamnya secara langsung di sebelah timur Hayy al-Zaytoun, Kota Gaza.

Taktik penghancuran

Mengenai manuver 'Israel' terhadap Kota Gaza, Hanna mengatakan bahwa seluruh Jalur Gaza kini merupakan zona berbahaya dan perang tidak pernah berhenti. Namun, taktik baru 'Israel' adalah penghancuran total, baik di atas tanah maupun di bawah tanah, dan tetap menduduki area tersebut. Ia menyinggung pernyataan Menteri Keuangan 'Israel', Bezalel Smotrich, yang berkata: “Kita akan menggigit sedikit demi sedikit, dan tetap tinggal di area itu.” Hanna menjelaskan, penghancuran dilakukan karena tentara 'Israel' takut terhadap bangunan, terowongan, serta ranjau peledak.

Pada Jumat (29/8), militer 'Israel' mengumumkan dimulainya “operasi pendahuluan” dan “tahap awal” serangan ke Kota Gaza. Dalam pernyataannya, militer menyebut telah mengerahkan kekuatan besar di sekitar kota tersebut. 'Israel' juga menegaskan, atas arahan pemerintah, Kota Gaza tidak akan termasuk dalam apa yang mereka sebut sebagai “gencatan taktis sementara” dalam aktivitas militernya. (zarahamala/arrahmah.id)