PEMALANG (Arrahmah.id) - Polres Pemalang tengah menyelidiki pihak-pihak yang diduga memprovokasi bentrokan berdarah yang terjadi saat acara ceramah Habib Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu malam (22/7/2025).
Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo menyatakan penyelidikan mencakup identifikasi pelaku provokasi serta pendalaman data para korban.
“Penyelidikan terhadap pihak-pihak yang melakukan provokasi atau tindakan kekerasan tengah berlangsung. Pendalaman data dan identitas para korban juga dilakukan guna memperjelas peristiwa,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).
Sebelum acara berlangsung, pihak kepolisian bersama Pemkab Pemalang, Kodim 0711, dan sejumlah ormas telah melakukan rapat koordinasi untuk menjaga keamanan.
Dalam Rapat Koordinasi Cipta Kondisi yang digelar pada 16 Juli 2025 di Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Pemalang, disepakati Surat Pernyataan Bersama agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan tanpa provokasi.
Koordinasi teknis pengamanan juga dilakukan sehari sebelum acara.
Namun, bentrokan tetap pecah sekitar 50 meter dari panggung utama. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan melibatkan dua ormas Islam, yakni Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan Front Persaudaraan Islam (FPI).
Insiden dipicu oleh penolakan PWI-LS terhadap kehadiran Habib Rizieq Shihab yang kemudian mendapat perlawanan dari massa FPI yang mengawal acara.
Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, mengonfirmasi adanya insiden tersebut.
“Betul, dan itu diduga diinisiasi secara terencana oleh kelompok Neo PKI yang menolak ulama atau ustadz berceramah,” kata Aziz.
(ameera/arrahmah.id)
