Adapun tujuan agung yang ingin dicapai oleh orang-orang yang ikhlas adalah sebagai berikut:
1. Masuk Jannatun-Na’im
إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠﴾ أُولَٰئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُومٌ ﴿٤١﴾ فَوَاكِهُ ۖ وَهُم مُّكْرَمُونَ ﴿٤٢﴾ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿٤٣﴾
“Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa), mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan, (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang-orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.”
(QS. Ash-Shaffat: 40–43)
Ada ungkapan ulama yang sangat dalam maknanya: “Semua manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu. Semua yang berilmu akan binasa kecuali yang beramal. Semua yang beramal akan binasa kecuali yang ikhlas.” Subhanallah.
2. Berharap Amal Diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala
« إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ »
“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amalan kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap wajah-Nya.”
(HR. An-Nasa’i, shahih)
3. Mendapat Syafaat Rasulullah ﷺ
« أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ »
“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘La ilaha illallah’ dengan ikhlas dari hatinya.”
(HR. Bukhari)
4. Hati Bersih dari Dengki dan Khianat
« ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ امْرِئٍ مُؤْمِنٍ: إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ، وَالنَّصِيحَةُ لِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ، وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ »
“Tiga perkara yang tidak akan menjadikan hati seorang mukmin dipenuhi kebencian: ikhlas beramal karena Allah, menasihati pemimpin kaum Muslimin, dan berpegang teguh pada jamaah mereka.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, shahih)
5. Mendapat Ampunan dan Pahala Berlipat
Rasulullah ﷺ mengisahkan tiga golongan: seorang mujahid, seorang alim, dan seorang dermawan. Mereka tidak mendapatkan surga, bahkan justru neraka, karena amal mereka tidak ikhlas dan dipenuhi riya’. Betapa mengerikan akibat tidak adanya keikhlasan.
6. Mendapat Kemenangan
« بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالنَّصْرِ وَالسَّنَاءِ وَالتَّمْكِينِ، فَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ »
“Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan kemenangan, kemuliaan, dan kedudukan. Namun siapa yang beramal untuk akhirat demi dunia, maka ia tidak mendapatkan bagian di akhirat.”
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi – shahih)
7. Dicintai Manusia dan Hati Menjadi Tenang
« مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ »
“Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah cerai-beraikan urusannya dan kefakiran selalu di depan matanya. Namun siapa yang menjadikan akhirat sebagai niatnya, Allah kumpulkan urusannya, jadikan kekayaan di hatinya, dan dunia datang kepadanya dalam keadaan hina.”
(HR. Ibnu Majah, shahih)
8. Terhindar dari Fitnah dan Tetap Mendapat Pahala
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَن رَّأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepada Yusuf, dan Yusuf pun berkehendak kepadanya sekiranya ia tidak melihat tanda dari Tuhannya. Demikianlah Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh ia termasuk hamba Kami yang ikhlas.”
(QS. Yusuf: 24)
« مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ »
“Barangsiapa memohon mati syahid kepada Allah dengan jujur, Allah akan memberinya kedudukan para syuhada meskipun ia wafat di atas tempat tidurnya.”
(HR. Muslim)
« إِنَّ أَقْوَامًا بِالْمَدِينَةِ خَلْفَنَا مَا سَلَكْنَا شِعْبًا وَلَا وَادِيًا إِلَّا وَهُمْ مَعَنَا حَبَسَهُمُ الْعُذْرُ »
“Sesungguhnya di Madinah ada orang-orang yang tidak ikut bersama kita, namun setiap kita melewati lembah atau jalan, mereka ikut bersama kita karena mereka terhalang oleh uzur.”
(HR. Bukhari)
9. Selamat dari Azab dan Kesulitan Hidup
وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ ﴿٧١﴾ وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ ﴿٧٢﴾ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنذَرِينَ ﴿٧٣﴾ إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ ﴿٧٤﴾
“Dan sungguh sebelum mereka telah sesat kebanyakan umat terdahulu. Kami telah mengutus para pemberi peringatan kepada mereka. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.”
(QS. Ash-Shaffat: 71–74)
Demikian pula kisah tiga orang shalih dari Bani Israil yang terperangkap dalam gua. Mereka berdoa dengan wasilah amal ikhlas masing-masing hingga Allah menyelamatkan mereka. (HR. Bukhari dan Muslim)
10. Terjaga dari Godaan Setan
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠﴾
“Iblis berkata: ‘Wahai Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan aku sesat, pasti aku akan menghias keburukan bagi mereka di bumi dan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.’”
(QS. Al-Hijr: 39–40)
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٨٢﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٨٣﴾
“Demi kemuliaan-Mu, aku pasti akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.”
(QS. Shad: 82–83)
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas, sehingga memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat. Aamiin.
(*/arrahmah.id)
