Memuat...

QNN Ungkap Jaringan Rahasia 'Israel' di Balik Penipuan 'Migrasi Sukarela' Gaza

Zarah Amala
Selasa, 18 November 2025 / 28 Jumadilawal 1447 13:50
QNN Ungkap Jaringan Rahasia 'Israel' di Balik Penipuan 'Migrasi Sukarela' Gaza
Warga Gaza dibawa keluar lewat operasi tak terdaftar yang gunakan jalur 'Israel' (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Quds News Network (QNN)mengungkap adanya sebuah organisasi misterius yang diduga memfasilitasi pemindahan warga Palestina dari Gaza dengan kedok “migrasi sukarela.” Berdasarkan kesaksian dan temuan investigatif, kelompok ini menargetkan keluarga yang terjebak perang, blokade, dan kelaparan, dengan meminta biaya antara $1.500–$2.700 per orang untuk perjalanan menuju negara seperti Afrika Selatan, Indonesia, dan Malaysia.

Investigasi menunjukkan bahwa keberadaan kelompok tersebut meragukan. Organisasi itu mengklaim memiliki kantor di Yerusalem Timur, namun alamat tersebut tidak ditemukan, sementara nomor kontak mereka berhenti aktif setelah muncul pertanyaan publik. Mereka menyebut telah berdiri sejak 2010 di Jerman, tetapi catatan domain menunjukkan situsnya baru dibuat pada Februari tahun ini oleh entitas tidak dikenal. Organisasi itu juga mengaku memiliki 15 donatur, tanpa menyebutkan satu pun nama, serta tidak mempublikasikan laporan keuangan atau dokumen legal.

Kelompok ini mencantumkan dua orang sebagai “manajer proyek.” Salah satunya, Mo’ayyad Saydam, mengumumkan melalui Facebook bahwa identitasnya telah dipalsukan untuk menipu warga Gaza, dan memperingatkan bahwa setiap nomor selain yang resmi adalah penipuan.

Meski mengklaim memberikan bantuan kemanusiaan, QNN tidak menemukan bukti adanya operasi bantuan apa pun. Organisasi ini meminta pembayaran dalam mata uang kripto dan menginstruksikan para pelintas agar tidak membawa barang selain pakaian yang dikenakan.

Seorang perempuan yang melakukan perjalanan menuju Afrika Selatan mengatakan bahwa rombongan dibawa melalui jalur darat dari Gaza menuju Bandara Ramon di 'Israel' tanpa diberi tahu tujuan akhir mereka. Paspor para penumpang tidak dibubuhi cap, dengan alasan agar mereka “lebih mudah kembali ke Gaza.”

Rombongan sebelumnya dilaporkan diterbangkan ke Indonesia dan Malaysia. Catatan domain situs organisasi tersebut dibuat pada Februari, waktu yang sama ketika 'Israel' meluncurkan Administrasi Migrasi Sukarela di bawah Kementerian Pertahanan.

Sebuah investigasi Haaretz mengungkap dugaan keterlibatan seorang pria berkewarganegaraan ganda 'Israel'–Estonia bernama Tomer Yanar Lind, yang mendirikan perusahaan Estonia bernama Talent Globus. Versi lama situs “migrasi sukarela dari Gaza” menampilkan logo perusahaan tersebut. Talent Globus sendiri menggunakan foto stok, alamat palsu, dan lokasi yang saling bertentangan di Estonia, London, dan Qatar.

Haaretz juga menemukan bahwa salah satu “manajer proyek” lain, yang hanya disebut sebagai “Adnan,” tidak memiliki jejak publik. Tautan media sosial organisasi itu tidak aktif, dan klaim aktivitas bantuan untuk Suriah maupun korban gempa Turki tidak dapat diverifikasi.

Menurut maskapai Rumania Fly Yo, penerbangan diatur melalui agen perjalanan 'Israel'. Penumpang yang menuju Afrika Selatan melaporkan bahwa 153 orang diterbangkan dari Gaza ke Bandara Ramon, lalu ke Nairobi sebelum akhirnya menuju Johannesburg.

Kelompok sebelumnya berjumlah 150 orang, berangkat pada 27 Oktober dengan rute yang sama. Para penumpang memasuki Afrika Selatan tanpa hambatan.

Foto pada akun Saydam dari Juni lalu menunjukkan dirinya di depan pesawat Rumania yang dioperasikan FlyLili.com.

Kedutaan Palestina di Afrika Selatan mengeluarkan peringatan keras, menyatakan bahwa perjalanan tersebut diatur oleh “organisasi tidak terdaftar yang menyesatkan, mengeksploitasi krisis kemanusiaan, mengambil uang keluarga, membawa mereka secara tidak aman, dan menelantarkan mereka.”

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut pihak-pihak di balik operasi itu sebagai “pedagang darah dan broker deportasi.” Otoritas keamanan perlawanan di Gaza memperingatkan bahwa jaringan tersebut merupakan kedok bagi aktor bermusuhan yang memanfaatkan kondisi Gaza untuk mengumpulkan data pribadi warga dengan iming-iming jalur aman.

Investigasi juga menyoroti konteks politik yang lebih luas. Dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, wacana pemindahan warga Gaza kembali menguat. 'Israel' secara terbuka menerima gagasan pemindahan ini, sejalan dengan visi Trump mengenai “Gaza Riviera.”

Rangkaian peristiwa menunjukkan pola berurutan, Februari: 'Israel' mengumumkan kantor “migrasi sukarela,” Februari: Domain Al-Majd Europe dibuat, Maret: 'Israel' memperluas dorongan pemindahan, menghancurkan rumah di zona kuning dan membatasi masuknya bantuan, penerbangan dimulai.

Menurut Haaretz, otoritas 'Israel' menyatakan hanya mengoordinasi keberangkatan jika negara tujuan bersedia menerima penumpang. Namun seluruh proses dilakukan melalui perantara anonim, agen perjalanan tak terverifikasi, dan nomor WhatsApp yang diduga berbasis di 'Israel'. Maskapai Global Airways, induk Lift, mengonfirmasi bahwa pemesanan dilakukan oleh agen eksternal dan mereka tidak pernah bekerja langsung dengan kelompok Al-Majd. (zarahamala/arrahmah.id)